KABUPATEN TANGERANG,Warga Berita-Usai membawa Golkar Kabupaten Tangerang meraih kemenangan di Pemilu 2024, Mad Romli kembali mulai menyusun rencana besarnya. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangerang.
Menurut Mad Romli, tujuan utamanya maju menjadi calon Bupati Tangerang bukan untuk meraih kekuasaan dan mencari kekayaan diri, karena komitmen untuk melayani kepentingan masyarakat menjadi prinsip utamanya.
Mad Romli menegaskan, tujuan menjadi seorang pejabat adalah melayani kepentingan masyarakat dan bukan untuk memperkaya diri sendiri. Menurutnya, ia selalu menanamkan prinsip itu sejak ia menjadi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang hingga menjadi Wakil Bupati Tangerang.
“Tujuan utama menjadi seorang pejabat adalah melayani kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri, bukan mencari uang sebagai pejabat. Kalau mau mencari uang, lebih baik usaha,” ujar Mad Romli kepada Warga Berita di kantornya di kawasan Savarna Sutera, Kabupaten Tangerang, Senin 11 Maret 2024.
Mad Romli mengatakan, seorang yang ingin mencalonkan diri menjadi pemimpin juga harus bisa mengukur dirinya. Apakah saat ini mampu mengemban amanah dan tanggung jawab melayani masyarakat, tanpa memikirkan untung rugi selama memimpin Kabupaten Tangerang.
Ia mengatakan dengan pengalaman menjadi Ketua DPD Partai Golkar, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dan Wakil Bupati Tangerang, ia meyakini mampu menerima amanah besar tersebut. Dan saat tidak menjabat di posisi apapun, saat kembali menjadi seorang pengusaha, ia mengaku terus berbuat bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Ditanya mengenai siapa sosok calon wakil Bupati Tangerang pilihannya, Mad Romli mengaku sejauh ini sudah ada 6 tokoh yang melamar menjadi wakilnya. Keenam tokoh tersebut memiliki latar belakang birokrat, pengusaha dan politikus.
“Sampai hari ini (pembicaraannya-red) masih konsolidasi. Kita banyak sekali yang menginginkan, tapi kita saring terus, tapi belum mengerucut,” jelasnya.
Mad Romli mengatakan bahwa dirinya membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh pihak untuk sama-sama bekerjasama membangun Kabupaten Tangerang. Menurutnya, koalisi bisa terbangun dengan semua partai politik kendatipun terjadi rivalitas di pusat.
“Kalau parpol tersebut mendukung 01 atau 03, sementara kita mendukung 02, tapi komunikasi di daerah baik, kenapa tidak? Jadi kebijakan ini diserahkan ke masing-masing daerah,” jelasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi












