WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Bola

Aturan lengkap tentang penalti dalam sepak bola menurut IFAB

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
5 Juni 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Aturan lengkap tentang penalti dalam sepak bola menurut IFAB

Jakarta (WB) – Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (International Football Association Board/IFAB) sebagai badan yang berwenang menetapkan hukum permainan sepak bola telah merilis klarifikasi terbaru mengenai aturan penalti. Perubahan ini muncul setelah insiden kontroversial dalam adu penalti Liga Champions WB Atletico Madrid dan Real Madrid, yang melibatkan pemain Julian Alvarez.

Dalam kasus tersebut, Alvarez terpeleset saat mengeksekusi penalti, menyebabkan bola mengenai kakinya sendiri sebelum akhirnya masuk ke gawang. Meskipun bola bersarang di jala Thibaut Courtois, gol tersebut dibatalkan karena dianggap sebagai pelanggaran “double touch“. Kejadian ini memicu perdebatan terkait interpretasi Hukum 14 (Law 14) tentang penalti.

Baca juga: IFAB: Kiper terlalu lama pegang bola akan dihukum sepak pojok

Klarifikasi IFAB terkait sentuhan ganda

Melalui surat edaran resmi yang berlaku mulai 5 Juni 2025, IFAB menegaskan bahwa jika penalti menghasilkan gol setelah terjadi sentuhan ganda yang tidak disengaja, maka tendangan tersebut harus diulang, bukan dibatalkan. Aturan ini mulai diterapkan dalam laga UEFA Nations League WB Jerman dan Portugal di Munich, dan akan digunakan juga di Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat.

“Situasi seperti ini sebelumnya tidak secara eksplisit dijelaskan dalam Hukum 14, sehingga wasit sering menganggapnya sebagai pelanggaran meski tidak disengaja,” jelas pernyataan IFAB.

Prosedur pelaksanaan tendangan penalti

Law 14 IFAB tentang penalti menyebutkan bahwa penalti diberikan jika seorang pemain melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung di dalam area penalti timnya sendiri.

Berikut ketentuan pelaksanaan tendangan penalti:

  1. Bola harus dalam keadaan diam dan berada di titik penalti.
  2. Penendang harus jelas diidentifikasi.
  3. Kiper harus tetap di garis gawang hingga bola ditendang.
  4. Pemain lain harus berada di luar area penalti, di belakang titik penalti, dan berjarak minimal 9,15 meter.
  5. Bola dalam permainan jika sudah ditendang dan bergerak jelas.
  6. Penendang tidak boleh menyentuh bola lagi sebelum disentuh pemain lain.
  7. Penalti dinyatakan selesai jika bola berhenti, keluar lapangan, atau wasit menghentikan permainan.

Baca juga: Perubahan terbaru dalam Law of the Game sepak bola menurut IFAB

Pelanggaran dan sanksi dalam penalti

Jika terjadi pelanggaran saat penalti akan dilakukan:

  • Jika pelanggaran dilakukan oleh rekan satu tim penendang dan bola masuk, penalti diulang.
  • Jika bola tidak masuk, tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan.
  • Jika penendang melakukan pelanggaran seperti feinting yang berlebihan atau pemain lain menendang penalti, penalti dibatalkan dan pemain diberikan peringatan.

Jika kiper melakukan pelanggaran:

  • Gol tetap sah jika bola masuk.
  • Jika bola tidak masuk atau membentur tiang, penalti diulang jika pelanggaran memengaruhi hasil.
  • Kiper mendapat peringatan untuk pelanggaran pertama, dan kartu kuning jika mengulanginya.

Penalti setelah tendangan dilakukan

Jika penendang menyentuh bola dua kali tanpa disentuh pemain lain, lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung. Jika bola disentuh oleh objek luar setelah ditendang, penalti diulang, kecuali bola tetap masuk tanpa terganggu pemain lawan.

IFAB menegaskan bahwa tujuan pembaruan ini adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi wasit dan menghindari ketidakadilan bagi penendang yang tidak berniat melakukan pelanggaran. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan pelaksanaan penalti dalam pertandingan berjalan lebih adil dan konsisten sesuai prinsip hukum permainan.

Baca juga: Aturan baru bagi kiper musim depan resmi disetujui IFAB

Pewarta: Joni Subroto
Editor: Basuki
Copyright © WB 2025

RELATED POSTS

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025

Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid

Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025

Jakarta (WB) – Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (International Football Association Board/IFAB) sebagai badan yang berwenang menetapkan hukum permainan sepak bola telah merilis klarifikasi terbaru mengenai aturan penalti. Perubahan ini muncul setelah insiden kontroversial dalam adu penalti Liga Champions WB Atletico Madrid dan Real Madrid, yang melibatkan pemain Julian Alvarez.

Dalam kasus tersebut, Alvarez terpeleset saat mengeksekusi penalti, menyebabkan bola mengenai kakinya sendiri sebelum akhirnya masuk ke gawang. Meskipun bola bersarang di jala Thibaut Courtois, gol tersebut dibatalkan karena dianggap sebagai pelanggaran “double touch“. Kejadian ini memicu perdebatan terkait interpretasi Hukum 14 (Law 14) tentang penalti.

Baca juga: IFAB: Kiper terlalu lama pegang bola akan dihukum sepak pojok

Klarifikasi IFAB terkait sentuhan ganda

Melalui surat edaran resmi yang berlaku mulai 5 Juni 2025, IFAB menegaskan bahwa jika penalti menghasilkan gol setelah terjadi sentuhan ganda yang tidak disengaja, maka tendangan tersebut harus diulang, bukan dibatalkan. Aturan ini mulai diterapkan dalam laga UEFA Nations League WB Jerman dan Portugal di Munich, dan akan digunakan juga di Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat.

“Situasi seperti ini sebelumnya tidak secara eksplisit dijelaskan dalam Hukum 14, sehingga wasit sering menganggapnya sebagai pelanggaran meski tidak disengaja,” jelas pernyataan IFAB.

Prosedur pelaksanaan tendangan penalti

Law 14 IFAB tentang penalti menyebutkan bahwa penalti diberikan jika seorang pemain melakukan pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung di dalam area penalti timnya sendiri.

Berikut ketentuan pelaksanaan tendangan penalti:

  1. Bola harus dalam keadaan diam dan berada di titik penalti.
  2. Penendang harus jelas diidentifikasi.
  3. Kiper harus tetap di garis gawang hingga bola ditendang.
  4. Pemain lain harus berada di luar area penalti, di belakang titik penalti, dan berjarak minimal 9,15 meter.
  5. Bola dalam permainan jika sudah ditendang dan bergerak jelas.
  6. Penendang tidak boleh menyentuh bola lagi sebelum disentuh pemain lain.
  7. Penalti dinyatakan selesai jika bola berhenti, keluar lapangan, atau wasit menghentikan permainan.

Baca juga: Perubahan terbaru dalam Law of the Game sepak bola menurut IFAB

Pelanggaran dan sanksi dalam penalti

Jika terjadi pelanggaran saat penalti akan dilakukan:

  • Jika pelanggaran dilakukan oleh rekan satu tim penendang dan bola masuk, penalti diulang.
  • Jika bola tidak masuk, tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan.
  • Jika penendang melakukan pelanggaran seperti feinting yang berlebihan atau pemain lain menendang penalti, penalti dibatalkan dan pemain diberikan peringatan.

Jika kiper melakukan pelanggaran:

  • Gol tetap sah jika bola masuk.
  • Jika bola tidak masuk atau membentur tiang, penalti diulang jika pelanggaran memengaruhi hasil.
  • Kiper mendapat peringatan untuk pelanggaran pertama, dan kartu kuning jika mengulanginya.

Penalti setelah tendangan dilakukan

Jika penendang menyentuh bola dua kali tanpa disentuh pemain lain, lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung. Jika bola disentuh oleh objek luar setelah ditendang, penalti diulang, kecuali bola tetap masuk tanpa terganggu pemain lawan.

IFAB menegaskan bahwa tujuan pembaruan ini adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi wasit dan menghindari ketidakadilan bagi penendang yang tidak berniat melakukan pelanggaran. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan pelaksanaan penalti dalam pertandingan berjalan lebih adil dan konsisten sesuai prinsip hukum permainan.

Baca juga: Aturan baru bagi kiper musim depan resmi disetujui IFAB

Pewarta: Joni Subroto
Editor: Basuki
Copyright © WB 2025

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025
Bola

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025

22 Juni 2025
Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid
Bola

Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid

19 Juni 2025
Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025
Bola

Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025

18 Juni 2025
27 fakta unik tentang Piala Dunia Antarklub 2025
Bola

27 fakta unik tentang Piala Dunia Antarklub 2025

17 Juni 2025
Jadwal lengkap FIFA Club World Cup 2025: Grup, fase, & siaran langsung
Bola

Jadwal lengkap FIFA Club World Cup 2025: Grup, fase, & siaran langsung

15 Juni 2025
Rumor transfer Persija Jakarta untuk Liga 1 musim 2025/2026
Bola

Rumor transfer Persija Jakarta untuk Liga 1 musim 2025/2026

15 Juni 2025
Next Post
Baznas Kurban 7.000 Hewan di 10 Provinsi, Banyumas Terima 150 Ekor Kambing

Baznas Kurban 7.000 Hewan di 10 Provinsi, Banyumas Terima 150 Ekor Kambing

Dinas Pertanian Kudus Temukan Cacing Hati pada 3 Hewan Kurban

Dinas Pertanian Kudus Temukan Cacing Hati pada 3 Hewan Kurban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Hetifah Berharap Pemerintah Segera Percepat Pengesahan Naturaliasi 3 Pemain Sepak Bola

Hetifah Berharap Pemerintah Segera Percepat Pengesahan Naturaliasi 3 Pemain Sepak Bola

15 Maret 2024
Kalau Tak Ada Jokowi dan Prabowo, Tak Ada Contoh Kerukunan – Warga Berita

Maruarar Sirait Tanggapi Survei Terbaru Indikator, Prabowo-Gibran Makin Mungkin Menang Satu Putaran – Warga Berita

9 Februari 2024
PILPRES 2024  — Menangkan Prabowo-Gibran, Kaesang Safari Politik di Sumatera

Mahfud Mundur Menteri, Kaesang Beri Apresiasi

31 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In