TANGSEL,Warga Berita-Memasuki pertengahan Januari 2024, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 mulai terserap perlahan.
Kendati demikian, serapan APBD tahun 2024 belum diperuntukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan kepentingan pegawai dan keperluan operasional di Pemerintahan Kota Tangsel.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel Wawang Kusdaya menuturkan, APBD tahun 2024 baru dicairkan untuk belanja pegawai yakni memberi gaji dan tunjangan kinerja (tukin) para ASN di lingkungan Pemkot Tangsel serta belanja tetap seperti membayar tagihan listrik, air, telepon, alat kantor dan lainnya.
“Sudah dimulai, belanja pegawai seperti gaji dan tukin sudah diberikan diawal minggu pertama dan belanja operasional di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkap Wawang kepada Warga Berita, Selasa 16 Januari 2023.
Wawang mengatakan, pihaknya masih menunggu usulan SPP dan SPM dari OPD masing-masing untuk mencairkan APBD 2024 sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
“Kita masih menunggu siapa yang mau mengusulkan SPP dan SPM sudah bisa kita laksanakan. Intinya tahapan yang sudah ditempuh OPD, sesuai dengan budgeting mereka,” jelasnya.
Terkait besaran jumlah uang yang sudah dicairkan dalam APBD tahun 2024, Wawang mengaku tidak bisa mengira-ngira. “Kalau itu saya tidak bisa mengira-ngira, harus melihat data dulu,” ujarnya.
Untuk diketahui APBD tahun 2024 ditetapkan sebesar 4,5 triliun. Pada kesempatan yang lalu Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, APBD tahun 2024 dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, belanja barang dan jasa, belanja pegawai, belanja modal, pemukiman, pengembangan kompetensi pegawai, pengawasan dan lainnya.
Pada bidang pendidikan, Benyamin mengatakan Pemkot Tangsel menganggarkan Rp 953.787.705.430 dari total belanja daerah, kemudian pada bidang kesehatan dianggarkan Rp 798.031.717.308 dari total belanja daerah.
Lalu pada bidang infrastruktur dianggarkan Rp 1.342.056.099.196. Untuk belanja pegawai dianggarkan Rp 1.285.303.773.559, peningkatan kompetensi ASN dianggarkan Rp 30.672.906.520, fungsi pengawasan dianggarkan Rp 26.388.786.263.
Beralih pada Belanja Barang dan Jasa dianggarkan Rp 1.919.196.053.285
Belanja hibah dianggarkan Rp 188.840.182.300, belanja modal dianggarkan Rp 1.087.380.600.517, belanja modal tanah Rp 47.454.123.501, belanja modal peralatan dan mesin Rp 129.517.133.083, belanja modal gedung dan bangunan Rp 394.550.192.703.
Berlanjut pada belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp 457.903.075.259, belanja modal aset tetap Rp 57.789.575.971, belanja modal aset lainnya Rp 166.500.000 dan belanja tidak terduga Rp5.000.000.000. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi
TANGSEL,Warga Berita-Memasuki pertengahan Januari 2024, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 mulai terserap perlahan.
Kendati demikian, serapan APBD tahun 2024 belum diperuntukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan kepentingan pegawai dan keperluan operasional di Pemerintahan Kota Tangsel.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel Wawang Kusdaya menuturkan, APBD tahun 2024 baru dicairkan untuk belanja pegawai yakni memberi gaji dan tunjangan kinerja (tukin) para ASN di lingkungan Pemkot Tangsel serta belanja tetap seperti membayar tagihan listrik, air, telepon, alat kantor dan lainnya.
“Sudah dimulai, belanja pegawai seperti gaji dan tukin sudah diberikan diawal minggu pertama dan belanja operasional di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkap Wawang kepada Warga Berita, Selasa 16 Januari 2023.
Wawang mengatakan, pihaknya masih menunggu usulan SPP dan SPM dari OPD masing-masing untuk mencairkan APBD 2024 sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
“Kita masih menunggu siapa yang mau mengusulkan SPP dan SPM sudah bisa kita laksanakan. Intinya tahapan yang sudah ditempuh OPD, sesuai dengan budgeting mereka,” jelasnya.
Terkait besaran jumlah uang yang sudah dicairkan dalam APBD tahun 2024, Wawang mengaku tidak bisa mengira-ngira. “Kalau itu saya tidak bisa mengira-ngira, harus melihat data dulu,” ujarnya.
Untuk diketahui APBD tahun 2024 ditetapkan sebesar 4,5 triliun. Pada kesempatan yang lalu Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, APBD tahun 2024 dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, belanja barang dan jasa, belanja pegawai, belanja modal, pemukiman, pengembangan kompetensi pegawai, pengawasan dan lainnya.
Pada bidang pendidikan, Benyamin mengatakan Pemkot Tangsel menganggarkan Rp 953.787.705.430 dari total belanja daerah, kemudian pada bidang kesehatan dianggarkan Rp 798.031.717.308 dari total belanja daerah.
Lalu pada bidang infrastruktur dianggarkan Rp 1.342.056.099.196. Untuk belanja pegawai dianggarkan Rp 1.285.303.773.559, peningkatan kompetensi ASN dianggarkan Rp 30.672.906.520, fungsi pengawasan dianggarkan Rp 26.388.786.263.
Beralih pada Belanja Barang dan Jasa dianggarkan Rp 1.919.196.053.285
Belanja hibah dianggarkan Rp 188.840.182.300, belanja modal dianggarkan Rp 1.087.380.600.517, belanja modal tanah Rp 47.454.123.501, belanja modal peralatan dan mesin Rp 129.517.133.083, belanja modal gedung dan bangunan Rp 394.550.192.703.
Berlanjut pada belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp 457.903.075.259, belanja modal aset tetap Rp 57.789.575.971, belanja modal aset lainnya Rp 166.500.000 dan belanja tidak terduga Rp5.000.000.000. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi












