PANDEGLANG,Warga Berita–Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PKS, Achmad Dimyati Natakusumah, menyoroti lonjakan angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Kabupaten Pandeglang.
Perlu diketahui bahwa angka kasus kekerasan mencatat sebanyak 86 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terjadi di Kabupaten Pandeglang.
Angka tersebut berdasarkan data laporan diterima Pekerja Sosial (Peksos) Anak dalam membantu penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang tahun 2022.
Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan perlunya penanganan serius terhadap masalah ini oleh penegak hukum.
“Ini menjadi masalah yang sangat memalukan. Saya berharap tindakan tegas dapat mencegah kejadian serupa di masa depan,” ungkapnya kepada Warga Berita, Selasa 26 Desember 2023.
“Iya keterlaluan memalukan sekali,” ujarnya.
Dimyati menyerukan kepada penegak hukum untuk mengambil langkah persuasif dan preventif dalam menangani kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual tersebut.
“Penegak hukum harus bertindak dengan pendekatan yang persuasif dan preventif. Setiap temuan kasus harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran para guru dan kepala sekolah dalam mengawasi siswa mereka terkait dengan perilaku pelecehan, kekerasan seksual, perbuatan tercela, dan intimidasi.
“Ketika ada indikasi semacam itu, tindakan preventif harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya korban,” tandasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi
PANDEGLANG,Warga Berita–Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PKS, Achmad Dimyati Natakusumah, menyoroti lonjakan angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Kabupaten Pandeglang.
Perlu diketahui bahwa angka kasus kekerasan mencatat sebanyak 86 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terjadi di Kabupaten Pandeglang.
Angka tersebut berdasarkan data laporan diterima Pekerja Sosial (Peksos) Anak dalam membantu penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang tahun 2022.
Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan perlunya penanganan serius terhadap masalah ini oleh penegak hukum.
“Ini menjadi masalah yang sangat memalukan. Saya berharap tindakan tegas dapat mencegah kejadian serupa di masa depan,” ungkapnya kepada Warga Berita, Selasa 26 Desember 2023.
“Iya keterlaluan memalukan sekali,” ujarnya.
Dimyati menyerukan kepada penegak hukum untuk mengambil langkah persuasif dan preventif dalam menangani kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual tersebut.
“Penegak hukum harus bertindak dengan pendekatan yang persuasif dan preventif. Setiap temuan kasus harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran para guru dan kepala sekolah dalam mengawasi siswa mereka terkait dengan perilaku pelecehan, kekerasan seksual, perbuatan tercela, dan intimidasi.
“Ketika ada indikasi semacam itu, tindakan preventif harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya korban,” tandasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












