KABUPATEN TANGERANG, Warga Berita – Berawal dari menjadi Office Boy di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, siapa sangka kini nasib Jahrudin di angkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Kepada Warga Berita, Jahrudin menceritakan perjuangannya sebelum diangkat menjadi ASN, dirinya mengabdi selama 20 tahun di Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dimana awal dia bekerja adalah sebagai office boy pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang pada tahun 2003 hingga 2006. Kemudian setelah itu ia menjadi operator dan petugas lapangan di instansi tersebut dengan status pegawai honorer sampai akhirnya diangkat menjadi ASN PPPK. “Awal saya kerja pada Disnaker Kabupaten Tangerang tahun 2003 dengan bermodalkan ijazah sekolah dasar,” ucapnya, Kamis 4 April 2024.
Kemudian kata Jahrudin, dengan modal semangat dan tekad yang kuat, dirinya mendaftar untuk bersekolah paket B setara dengan sekolah menengah pertama (SMP). yang kemudian lulus di tahun 2005.
“Saya mempunyai tekad untuk bisa mengeyam sebuah pendidikan yang lebih tinggi dengan cara ikut paket B tersebut sambil bekerja,” ungkap Jahrudin
Sehingga, pada tahun 2008 dirinya melanjutkan mengikuti pendidikan pake C setara sekolah menengah atas (SMA) hingga lulus, lalu kemudian kuliah dan berhasil di wisuda tahun 2012 Strata 1.
Dengan pendidikan SI tersebut, Jahrudin merasa senang dalam bekerja sebagai operator hingga petugas lapangan di Disnaker Kabupaten Tangerang.
Dan pencapaian kerja selama 20 tahun, akhirnya Jahrudin menjadi aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tangerang.
Kata Jahrudin, sebagai ASN PPPK di Kota Tangerang merupakan kado terindah yang selama 20 tahun dinantikannya. Untuk itu, dia berpesan kepada teman-teman honorer untuk tetap semangat dalam bekerja, karena ditahun ini formasi untuk honorer semakin bertambah.
“Tetap semangat, dan saya berdoa supaya teman-teman honorer seperjuangan agar menjadi ASN pada tahun ini,” pungkas Jahrudin yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Tangerang.
Editor: Abdul Rozak












