Warga Berita – Terkait debat Capres dan Cawapres, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar Inginkan adanya proses pendalaman yang memadai didalam debat tersebut. Informasi yang Wahyudi dapatkan, sejauh ini para panelis hanya menyusun setiap pertanyaan-pertanyaan kemudian Capres-Cawapres menjawab pertanyaan yang disampaikan dari moderator yang sudah dikomunikasikan Warga Berita KPU RI dengan para kandidat Capres-Cawapres.
“Seharuanya tidak hanya memaparkan visi misi program dan janji, harusnya ada pendalaman materi debat, hal ini bedanya hanya disesuaikan dengan topik tertentu saja sesuai dengan materi debat itu sendiri”. Ucap Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta. (12/12).
Wahyudi menyampaikan perlu untuk menguji sejauh mana atau soal kapasitas daripada Capres-Cawapres, atau sejauh mana menguasai isu yang didebatkan secara keseluruhan dan semendalam apa, itu kita tidak bisa berharap, akan adanya dengan proses perdebatan ini.
“Soal debat Capres-Cawapres itu sendiri tentu penting, proses perdebatan mustinya design dan metode debatnya bisa di bangun sedemikian rupa sehingga publik bisa ikut menilai sejauh mana kapasitas Capres-Cawapres yang mereka akan pilih di hari H pencoblosan, dan kemudian kedepan nasib mereka akan digantungkan kepada calon-calon yang seperti apa sih dari uraian-uraian yang disampaikan kandidat dalam debat”. Tegas Wahyudi.
Lanjut Wahyudi, “supaya tahu mana kandidat yang menjanjikan untuk mencapai itu, bicara konteks masa depan Negara 5 tahun berikutnya akan dibangun seperti apa, mana kandidat yg kira-kira paling menjanjikan untuk bisa mencapai itu dengan strategi yang dikembangkan, itulah fungsinya pendalaman materi visi misi debat”.
Wahyudi tidak begitu yakin apakah kandidat betul menguasai dari apa yang sudah kandidat tulis dalam visi misi program kerja tersebut, apakah betul akan dikerjakan dan mengimplementasikan secara tepat apa yang kandidat janjikan jika nanti terpilih.
Terkait dengan aspek Pendidikan Politik Pemilih mestinya harus menjadi prioritas penting dan menjadi tanggung jawab KPU dan seluruh peserta pemilu, seperti parpol maupun kandidat. Kedepan mestinya Pendiidkan Politik Pemilih yang baik bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari pemilu itu sendiri. Demikian untuk meningkatakan kecerdasan masyarakat dalam menentukan pilihan terhadap Capres-Cawapres pemilu 2024 untuk 5 tahun kedepan.
Wahyudin menghimbau masyarakat untuk pemilu 2024 supaya tetap berjalan dengan aman damai lancar dan persatuan Indonesia tetap terjaga. Pertama, tantangannya adalah bagaimana menjamin dan bagaimana menggaransi proses pemilu ini betul-betul berjalan indepndent. Hari ini tentunya yg paling penting adalah bagaimana memperkuat kapasitas masyarakat sipil dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawasi proses pemilu betul-betul bisa berjalan secara indpendent, jujur dan adil.
Harapannya seluruh ASN, TNI-Polri dan seluruh perangkat Negara bisa bekerja dengan netral. Penguatan pengawasan fungsi-fungsi perangkat penting Negara. Dengan itu betul-betul bisa berjalan dengan independent aman dan lancar.
Kedua, terkait dengan informasi yang terdistribusi dan yang ditransmisikan kepada publik harus akurat. Jadi, kanal-kanal untuk pengecekan informasi harus tersedia dan mudah diakses oleh publik yang tepat dan akurat supaya tidak terpolarisasi.
Fungsi seperti Badan Pengawas Pemilu atau media akan menjadi penting. Akan lebih baik disampaikan oleh Badan Pengawas Pemilu atau kemudian inisiatif-inisiatif lain yang lebih independent terkait layanan informasi seputar penyelenggaraan pemilu 2024. Inilah pentingnya soal pengawasan, pemantauan, soal partisipasi dan soal memastikan informasi pemilu yang beredar benar-benar akurat serta penegakkan hukum yang konsisten atas seluruh tindakan pelanggaran baik berkaitan dengan pemilu maupun informasi yang menyesatkan saat proses pemilu.
“Saya dari Lembaga ELSAM tentunya mengajak soal pelaksanaan pemilu 2024 supaya berjalan dengan aman damai dan lancar, tentu kanal informasi bagi publik sudah cukup beragam baik lewat media mainstream mapun media sosial, informasi dari media mainstream terkait fungsi determinasi harus lebih kuat dan baik”. Tandasnya.
“Publik bisa mencari pembanding soal informasi ke media mainstream atau media arus utama. Media manstream jangan mengambil konten berita dari media sosial tapi memang harus ada proses penggalian berita yang betul-betul bisa verifikasi informasi tersebut.”, pungkasnya kembali.
“Sehingga kemudian distribusi berita-berita hoaks seputar pemilu bisa kita tekan, dan sehingga kemudian pemilu 2024 bisa lebih damai”. Ungkap Wahyudi.
“Tentunya Peran media begitu penting dalam menjaga proses pelaksanaan pemilu 2024 yang damai dan lancar. Determinasi dari media mainstream harus lebih kuat dan mendalam akan bisa menjadi pembanding informasi bagi publik”. Tutup Wahyudi. (Red)
Post Views: 31














