CILEGON, Warga Berita – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 tinggal menghitung bulan, sejumlah nama pun diisukan bakal maju pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cilegon.
Salah satunya, yaitu Anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra, ia kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Banten pada Pileg Pemilu 2024. Dirinya pun diperkirakan terpilih kembali lantaran sudah meraup suara tinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) Cilegon.
Dede Rohana Putra belakangan namanya mulai muncul di kalangan masyarakat akan ikut bertarung pada kontestasi Pilwalkot Cilegon yang bakal digelar September 2024 mendatang.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Dede Rohana mengaku siap bertarung dan meninggalkan kursi DPRD Banten demi untuk mengikuti pencalonan Walikota pada Pilkada Cilegon mendatang.
“Insyaallah kalau ada peluang atau kesempatan serta dimudahkan Allah SWT untuk menjadi calon walikota saya siap meninggalkan kursi DPRD Provinsi Banten,” katanya, Minggu 25 Februari 2024.
“Akan tetapi semua itu tergantung masyarakat dan bagaimana jalannya, jika dimudahkan saya siap bertarung di Pilkada untuk menjadi walikota, bukan menjadi wakil walikota,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian yang juga bakal maju kembali pada Pilwakot di Cilegon enggan mengomentari perihal rencana majunya Dede Rohana sebagai calon Walikota Cilegon. “Nanti itu (Pilkada-red) masih jauh, masih jauh yah,” singkatnya.
Untuk Pilkada Cilegon 2024, juga sebelumnya beberapa tokoh sudah mendeklarasikan diri, seperti Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta yang juga bakal maju untuk menjadi nomor satu di Cilegon.
“Saya memutuskan mencalonkan Walikota Cilegon 2024, Bismillah,” ujar Sanuji pada beberapa pekan lalu.
Sanuji menjelaskan, majunya pada kontestasi Pilkada Kota Cilegon nanti tetap berbasis dukungan publik dan restu Partai.
Untuk itu, ia berharap didukung oleh publik dan direstui oleh partai. Sanuji memutuskan untuk menjadi Calon Walikota Cilegon karena ingin Cilegon lebih baik lagi.
“Ingin Cilegon lebih lebih baik lagi. Ingin kemajuan Cilegon lebih cepat lagi. Ingin membangun secara mendasar. Ingin lebih cepat lagi menyelesaikan persoalan dan masalah Warga Cilegon, terang Sanuji.
Selain itu, beberapa tokoh lainnya juga muncul dari elit Golkar Cilegon seperti Ketua DPD Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Isro Mi’raj yang merupakan Sekretaris DPD Golkar Cilegon yang juga sebagai Ketua Anggota DPRD Cilegon.
Keduanya juga ditunjuk DPP Partai Golkar untuk maju menjadi Calon Walikota Cilegon pada Pilkada 2024 mendatang.
Sementara menurut Pengamat Politik The Sultan Center, Edi M Abduh mengatakan, untuk Pilkada perolehan suara legislatif di DPRD menjadi tolak ukur untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon Walikota pada Pilkada nanti. “Perolehan kursi memang menjadi tolak ukur untuk kontestasi dalam pemilihan kepada daerah,” katanya.
Namun kata dia, dalam Pilkada, politik ketokohan juga menjadi penting karena publik menginginkan seorang pemimpin yang tahu persis kondisi Cilegon baik dari segi aspek sosial, budaya budaya politik dan partisipasi politik masyarakat Cilegon.
“Karena kita tahu bahwa Cilegon hari ini lebih heterogen dalam perspektif sosiologis dan budaya politik. Sehingga sosok atau figur leadership di Kota Cilegon harus lebih inklusif dalam hal merespon aspirasi masyarakat Cilegon,” katanya.
“Jadi perlunya masing-masing partai politik untuk mengkaji atau survei tentang elektabilitas calon-calon yang bakal diusung menjadi calon walikota maupun wakil walikota Cilegon,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Abdul Rozak
CILEGON, Warga Berita – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 tinggal menghitung bulan, sejumlah nama pun diisukan bakal maju pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cilegon.
Salah satunya, yaitu Anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra, ia kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Banten pada Pileg Pemilu 2024. Dirinya pun diperkirakan terpilih kembali lantaran sudah meraup suara tinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) Cilegon.
Dede Rohana Putra belakangan namanya mulai muncul di kalangan masyarakat akan ikut bertarung pada kontestasi Pilwalkot Cilegon yang bakal digelar September 2024 mendatang.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Dede Rohana mengaku siap bertarung dan meninggalkan kursi DPRD Banten demi untuk mengikuti pencalonan Walikota pada Pilkada Cilegon mendatang.
“Insyaallah kalau ada peluang atau kesempatan serta dimudahkan Allah SWT untuk menjadi calon walikota saya siap meninggalkan kursi DPRD Provinsi Banten,” katanya, Minggu 25 Februari 2024.
“Akan tetapi semua itu tergantung masyarakat dan bagaimana jalannya, jika dimudahkan saya siap bertarung di Pilkada untuk menjadi walikota, bukan menjadi wakil walikota,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian yang juga bakal maju kembali pada Pilwakot di Cilegon enggan mengomentari perihal rencana majunya Dede Rohana sebagai calon Walikota Cilegon. “Nanti itu (Pilkada-red) masih jauh, masih jauh yah,” singkatnya.
Untuk Pilkada Cilegon 2024, juga sebelumnya beberapa tokoh sudah mendeklarasikan diri, seperti Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta yang juga bakal maju untuk menjadi nomor satu di Cilegon.
“Saya memutuskan mencalonkan Walikota Cilegon 2024, Bismillah,” ujar Sanuji pada beberapa pekan lalu.
Sanuji menjelaskan, majunya pada kontestasi Pilkada Kota Cilegon nanti tetap berbasis dukungan publik dan restu Partai.
Untuk itu, ia berharap didukung oleh publik dan direstui oleh partai. Sanuji memutuskan untuk menjadi Calon Walikota Cilegon karena ingin Cilegon lebih baik lagi.
“Ingin Cilegon lebih lebih baik lagi. Ingin kemajuan Cilegon lebih cepat lagi. Ingin membangun secara mendasar. Ingin lebih cepat lagi menyelesaikan persoalan dan masalah Warga Cilegon, terang Sanuji.
Selain itu, beberapa tokoh lainnya juga muncul dari elit Golkar Cilegon seperti Ketua DPD Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Isro Mi’raj yang merupakan Sekretaris DPD Golkar Cilegon yang juga sebagai Ketua Anggota DPRD Cilegon.
Keduanya juga ditunjuk DPP Partai Golkar untuk maju menjadi Calon Walikota Cilegon pada Pilkada 2024 mendatang.
Sementara menurut Pengamat Politik The Sultan Center, Edi M Abduh mengatakan, untuk Pilkada perolehan suara legislatif di DPRD menjadi tolak ukur untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon Walikota pada Pilkada nanti. “Perolehan kursi memang menjadi tolak ukur untuk kontestasi dalam pemilihan kepada daerah,” katanya.
Namun kata dia, dalam Pilkada, politik ketokohan juga menjadi penting karena publik menginginkan seorang pemimpin yang tahu persis kondisi Cilegon baik dari segi aspek sosial, budaya budaya politik dan partisipasi politik masyarakat Cilegon.
“Karena kita tahu bahwa Cilegon hari ini lebih heterogen dalam perspektif sosiologis dan budaya politik. Sehingga sosok atau figur leadership di Kota Cilegon harus lebih inklusif dalam hal merespon aspirasi masyarakat Cilegon,” katanya.
“Jadi perlunya masing-masing partai politik untuk mengkaji atau survei tentang elektabilitas calon-calon yang bakal diusung menjadi calon walikota maupun wakil walikota Cilegon,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Abdul Rozak












