Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menggelar prosesi pengambilan sumpah untuk calon apoteker Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) tahun 2024-2025 pada Sabtu (15/03). Acara yang digelar di aula gedung Fakultas Farmasi ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof. Abu Hapsin, Rektor Unwahas Prof. Mudzakkir Ali, serta perwakilan dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
99 Mahasiswa Lulus dengan IPK Tinggi
Ketua Program Studi Apoteker, apt. Junvidya Heroweti, S.Farm, M.P.H, dalam laporannya menyebutkan bahwa sebanyak 99 mahasiswa berhasil lulus pada periode ini. Rata-rata IPK lulusan mencapai 3.78, dengan IPK tertinggi 4.0 yang diraih oleh Sabila Rusdiana.
“Perolehan nilai ini menunjukkan peningkatan dari periode sebelumnya. Ini membuktikan bahwa kualitas mahasiswa PSPA Unwahas terus mengalami kemajuan,” ujar Junvidya.
Sabila Rusdiana, Lulusan Terbaik dengan IPK 4.0
Sabila Rusdiana, gadis kelahiran Kediri tahun 2000, menjadi sorotan dalam acara ini. Ia berhasil meraih IPK sempurna 4.0, menjadikannya lulusan terbaik dari 99 mahasiswa yang diambil sumpahnya. Sabila sebelumnya merupakan lulusan S1 Farmasi Unwahas tahun 2023 dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang profesi apoteker di Unwahas.
“Saya bersyukur menjadi bagian dari Unwahas. Kebetulan saya S1 Farmasi juga di Unwahas, kemudian melanjutkan profesi di Unwahas juga. Kesuksesan ini tidak lepas dari restu orang tua dan usaha belajar yang sungguh-sungguh,” ungkap Sabila dalam sambutannya.
Pesan dari Dekan Fakultas Farmasi
Dekan Fakultas Farmasi Unwahas, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc, berpesan agar para lulusan apoteker senantiasa menepati janji sucinya dan menjaga etika profesi.
“Jangan pernah tergoda dengan kepentingan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan dan etika farmasi. Dunia kefarmasian akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi, dan kami harap lulusan tidak berhenti belajar,” tegas Yance.
Rektor Unwahas: Bekerja dengan Niat Ibadah
Rektor Unwahas, Prof. Mudzakkir Ali, menekankan pentingnya niat ibadah dalam menjalankan profesi apoteker.
“Bekerja dengan niat sebagai ibadah. Profesi di bidang kesehatan berkaitan dengan kemanusiaan. Jangan pernah membedakan pasien, baik yang kaya maupun kurang mampu,” pesan Mudzakkir.
Akreditasi Unggul dan Dukungan untuk Mahasiswa
PSPA Unwahas telah meraih akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT, menjadikannya salah satu program favorit bagi calon apoteker. Tidak hanya alumni Farmasi Unwahas, banyak juga mahasiswa dari kampus lain yang melanjutkan pendidikan profesi di PSPA Unwahas.
Sabila Rusdiana mengaku senang menjadi bagian dari Unwahas. Ia menyebut dukungan dosen dan perkembangan kampus yang pesat sebagai faktor pendukung kesuksesannya.
“Bukan hanya dukungan dosen yang profesional, perkembangan kampus Unwahas menurut saya sangat pesat. Terbukti dengan akreditasi kampus yang saat ini sudah unggul,” ujar Sabila.
Pengalaman Magang yang Berharga
Sabila juga menceritakan pengalaman magangnya yang memberikan banyak pelajaran berharga. Ia menjalani magang selama delapan bulan di empat kota dan enam tempat magang.
“Saya mengambil pengalaman magang di berbagai tempat, dan itu menjadi tantangan yang menyenangkan. Saya bertemu banyak orang baru dan harus beradaptasi dengan suasana baru. Namun, saya bersyukur memilih PSPA Unwahas karena dosen selalu membimbing hingga selesai,” cerita Sabila.
Prosesi pengambilan sumpah apoteker ke-27 di Unwahas Semarang menjadi momen bersejarah bagi 99 lulusan, terutama bagi Sabila Rusdiana yang meraih IPK sempurna 4.0. Dengan akreditasi unggul dan dukungan penuh dari dosen serta kampus, PSPA Unwahas terus membuktikan diri sebagai salah satu program pendidikan farmasi terbaik di Indonesia.
“Kami berharap lulusan apoteker Unwahas dapat menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas, serta selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Rektor Unwahas, Prof. Mudzakkir Ali.











