Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengumumkan bahwa UNDIP membuka kesempatan bagi penghafal Al-Qur’an untuk menjadi calon mahasiswa melalui Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) jalur keagamaan. Hal ini disampaikan dalam acara Talkshow Ramadan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dengan tema “Beasiswa Tahfidz di UNDIP” pada Selasa, 18 Maret 2025.
Prof. Suharnomo menjelaskan bahwa pendaftaran jalur SBUB tahun 2025 dibuka mulai 18 Februari hingga 5 Mei 2025. “UNDIP memiliki jalur keagamaan minimal hafalan 20 juz. Alhamdulillah setiap tahun pendaftarnya banyak juga, hingga ratusan,” ujarnya.
Bebas Memilih Program Studi
Menurut Rektor UNDIP, calon mahasiswa jalur SBUB dapat memilih program studi (prodi) apa pun yang tersedia di UNDIP. “Jadi, yang memiliki hafalan 20 juz dapat mendaftar ke UNDIP seluruh prodi melalui SBUB,” imbuhnya. Artinya, jalur ini memberikan kebebasan bagi penghafal Al-Qur’an untuk memilih bidang studi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Prof. Suharnomo meyakini bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki korelasi positif dengan kemampuan akademik. “Kami percaya selain barokahnya itu sendiri dari Al-Qur’an, juga itu menunjukkan kompetensi. Menghafal ratusan halaman itu pasti sangat tidak mudah, setidaknya mereka itu memiliki talenta,” jelasnya.
Integrasi Ilmu Agama dan Umum
Rektor UNDIP menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. “Orang yang memiliki hafalan itu pasti memiliki kemampuan beragama yang bagus, kalau ditambah ilmu umum itu luar biasa,” tandasnya.
Selain itu, jalur SBUB keagamaan ini juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul yang dapat mewakili UNDIP dalam kompetisi nasional seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). “Secara praktis, hafalan Al-Qur’an dan MTQ itu dilombakan secara nasional, jadi kita juga harus mencari bibit-bibit yang bisa ikut berlomba di event-event nasional,” tambahnya.
Seleksi untuk Penghafal Al-Qur’an
Calon mahasiswa jalur SBUB keagamaan tidak hanya akan diseleksi secara administrasi, tetapi juga akan melalui tes untuk mengecek hafalan Al-Qur’an mereka. “Menunjukkan bahwa calon mahasiswa tersebut betul-betul memiliki hafalan 20 juz sesuai prodi yang dipilihnya,” ungkap Prof. Suharnomo.
Selama bulan Ramadan, Rektor juga menjelaskan bahwa masjid kampus UNDIP hampir semua imamnya adalah alumni SBUB jalur penghafal Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata para mahasiswa penghafal Al-Qur’an dalam kehidupan kampus.
Selain jalur SBUB, UNDIP juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa bidikmisi. Prof. Suharnomo menyebutkan bahwa UNDIP menerima minimal 20 persen mahasiswa bidikmisi, dengan rata-rata penerimaan mencapai 23 persen. “Kalau satu kali penerimaan itu 10 ribu mahasiswa, di UNDIP ada mahasiswa bidikmisi 2.500 di seluruh jurusan,” pungkasnya.
Talkshow Ramadan yang dipandu oleh Fadjar Tri Utami ini dihadiri oleh Sekretaris PP MAJT, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag., para santri Tahfidz MAJT-Baznas Jateng, serta siswa-siswi dari SMAN 14 Semarang dan SMKN 5 Semarang. Acara ini menjadi ajang sosialisasi dan motivasi bagi generasi muda untuk menggabungkan prestasi akademik dengan penghafalan Al-Qur’an.












