Pada Senin (15/7/2024), sebanyak 1.300 bubur Asyura dibagikan kepada warga di kompleks Masjid Menara Kudus. Pembagian ini dilakukan dalam rangka perayaan Buka Luwur Sunan Kudus.
Bubur Asyura yang selalu dibagikan pada tanggal 9 Muharam terbuat dari berbagai bahan seperti beras, kacang dan pisang. Topping-nya beragam, termasuk tahu, tempe, udang, dan telur. Ciri khas Bubur Asyura Kudus adalah masing-masing bahan bubur dan topingya ada 9.
Adapun 9 bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur Asyura. Yakni, beras, kacang tanah, kacang tolo atau kacang tunggak, kacang kedelai, kacang hijau, ubi, singkong, jagung dan pisang. Sedangkan toping ada 9 yaitu, telur dadar, ikan teri, jeruk limau, udang, tauge, tahu, tempe, pentol dan cabai merah.
Menurut Zumaila, salah satu panitia kegiatan tersebut menjelaskan bahwa proses memasak bubur dilakukan dalam tiga angkatan, masing-masing dengan tiga kawah, total sembilan kawah.
Bubur Asyura dibagikan dalam dua jenis wadah: samir (piring daun pisang) untuk masyarakat, dan takir (model pincuk) untuk takmir. Bubur ini hanya dibagikan di sekitar Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, dan distribusinya dilakukan dengan cara membawa nampan berisi bubur ke warga.
Tradisi ini meniru apa yang dilakukan Nabi Nuh setelah selamat dari banjir besar, Karena bahan makanan yang saat itu terbatas, akhirnya makanan yang tersisa dicampur dan diaduk menjadi bubur. Hal tersebut dilakukan oleh para ulama terdahulu dan tradisi tersebut diteruskan sampai sekarang .












