Potensi kekeringan di jawa tengah – Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus hingga September 2024, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan kepada sejumlah wilayah di Jawa Tengah untuk waspada terhadap potensi kekeringan.
Peringatan ini diberikan oleh Prakirawan BMKG Ahmad Yani, Noor Jannah Indriyani, di Semarang pada hari Senin, yang menjelaskan bahwa musim kemarau sudah tiba dan beberapa wilayah berisiko tinggi mengalami kekeringan.
Wilayah Berpotensi Kekeringan di Jawa Tengah
Beberapa daerah di Pantai Selatan Jawa Tengah, seperti Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya, diimbau untuk bersiap menghadapi kekeringan. Menurut BMKG, daerah-daerah ini sudah dikenal sebagai langganan kekeringan pada musim kemarau.
Selain wilayah Pantai Selatan, daerah di pesisir utara Jawa Tengah, seperti Kabupaten Rembang, juga diminta untuk waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kekeringan. Peringatan ini mengacu pada pola kekeringan tahun-tahun sebelumnya yang diperkirakan akan berulang tahun ini.
Langkah-langkah Antisipasi
Noor Jannah Indriyani menyarankan agar pemerintah daerah yang wilayahnya sering mengalami kekeringan meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan suplai air bersih tetap terjaga. Hal ini penting mengingat curah hujan yang rendah pada musim kemarau tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air.
Penyediaan Anggaran Kebencanaan
Beberapa daerah telah mengambil langkah proaktif dalam menghadapi kekeringan. Contohnya, Kabupaten Pati telah menyiapkan anggaran kebencanaan sebesar Rp500 juta untuk mengantisipasi kekeringan. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa langkah-langkah antisipasi ini sangat penting.
Bantuan Distribusi Air Bersih
Desa Tambahagung di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, telah mengajukan bantuan distribusi air bersih karena sudah mengalami kekeringan. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, sejumlah desa di Jawa Tengah, termasuk Desa Donorejo di Kecamatan Tayu, yang memiliki vegetasi cukup banyak, terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan.
Potensi Kekeringan di Daerah Pegunungan
Meski beberapa daerah di Jawa Tengah mengalami hujan lokal, hujan ini biasanya terjadi di daerah dengan topografi tinggi seperti pegunungan. Namun, intensitas dan frekuensi hujan tersebut tidak cukup untuk mengatasi potensi kekeringan di wilayah yang rentan.
Peringatan dari BMKG ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat dan pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk mengambil langkah antisipasi yang diperlukan guna menghadapi musim kemarau yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2024. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan BPBD, serta kesiapan anggaran kebencanaan, menjadi kunci dalam mengatasi potensi kekeringan dan memastikan suplai air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.












