Tools for Humanity, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, resmi meluncurkan produk terbarunya bernama Proof of Human. Alat ini dirancang khusus untuk melakukan verifikasi identitas dengan membedakan penggunaan oleh manusia asli dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini juga diklaim mampu mendeteksi penipuan berbasis deepfake, yang marak terjadi terutama di industri jasa keuangan.
Alex Blania, Chief Executive Officer (CEO) Tools for Humanity dan salah satu pendiri World, menjelaskan bahwa teknologi ini bertujuan melindungi masyarakat dari pencurian identitas dan ancaman digital lainnya. “World ID adalah inti dari inovasi ini. Sistem ini memverifikasi identitas unik seseorang tanpa mengumpulkan atau menyimpan data pribadi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Cara Kerja World ID
World ID menggunakan perangkat bernama Orb untuk melakukan verifikasi. Orb dapat mendeteksi apakah seseorang adalah manusia asli atau bukan tanpa memerlukan data pribadi seperti nama, alamat, atau nomor induk kependudukan. Proses ini menjaga privasi pengguna sekaligus memastikan keamanan identitas digital.
“World didirikan berdasarkan prinsip anonimitas, keamanan, dan privasi. Hal ini memungkinkan partisipasi yang aman, inklusif, dan anonim dalam ekonomi digital global,” kata Alex.
Relevansi di Indonesia
Alex menegaskan bahwa kehadiran World di Indonesia sangat tepat mengingat tingginya kasus penipuan digital. Sejak 2022, penipuan daring yang memanfaatkan AI meningkat sebesar 1.550%. Selain itu, kasus pencurian identitas naik 25% pada 2023, menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari Rp500 miliar.
“Dengan membawa World ke Indonesia, Tools for Humanity bertujuan memberdayakan masyarakat dengan pengalaman digital yang lebih aman dan terpercaya. Ini sejalan dengan agenda Indonesia dalam pengembangan AI dan ekonomi digital yang kuat,” ujar Alex.
Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan Lokal
Wafa Taftazani, General Manager Tools for Humanity Indonesia, menambahkan bahwa World berkomitmen untuk berkolaborasi dengan regulator, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. “Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) untuk kompetisi esai AI berskala nasional. Diskusi juga sedang berlangsung dengan Kantor Komunikasi Presiden untuk memastikan keselarasan dengan strategi privasi dan inisiatif digital Indonesia,” jelasnya.
Wafa menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan visi besar untuk keamanan siber dan transformasi digital. “World siap berkontribusi mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Kehadiran Proof of Human di Indonesia diharapkan dapat memperkuat keamanan digital dan mengurangi risiko penipuan. Teknologi ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, terutama di tengah transformasi digital yang sedang berlangsung di Tanah Air.
Dengan sistem verifikasi yang aman dan menjaga privasi, World ID tidak hanya melindungi individu tetapi juga mendukung industri yang memerlukan keamanan identitas, seperti perbankan, e-commerce, dan layanan keuangan digital.
Meskipun teknologi ini menjanjikan, tantangan utama adalah edukasi dan adopsi oleh masyarakat serta regulator. Tools for Humanity berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan teknologi ini dapat diakses dan dimanfaatkan secara optimal.
“Kami percaya bahwa keamanan digital adalah fondasi penting untuk masa depan ekonomi Indonesia. Dengan World, kami ingin menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan inklusif bagi semua,” tutup Wafa.












