LEBAK, Warga Berita – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak tahun ini menargetkan produksi padi sebanyak 676 ribu ton lebih. Target ini meningkat dari produksi padi tahun 2023 yang mencapai 644.571 ton.
“Tahun 2024 ini produksi padi di Lebak kita targetkan meningkat 5 persen dari produksi padi tahun 2023 yang mencapai 644.571 ton,” kata kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak Rahmat, Jumat 19 Januari 2024.
Dia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat sebagian besar petani padi di Lebak selalu melakukan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik.
Dengan tanam padi serempak dan penggunaan pupuk organik, kata Rahmat, petani di Lebak dapat menikmati hasil panen yang memuaskan. Diketahui, dari 1 hektare sawah, petani kini dapat memproduksi gabah sebanyak 7 – 8 ton.
“Insyaallah, dengan kondisi tersebut jauh berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3 sampai 4 ton per hektare,” katanya.
Untuk sentra tanam terluas di Kabupaten Lebak tersebar di enam kecamatan meliputi Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan dan Cilograng.
“Ya, enam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Dia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas sekira 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha. Dari lahan seluas itu sebagain besar adalah kawasan perdesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani. “Sementara kebutuhan beras penduduk Lebak sebesar 148.497 ton per tahun,” ujarnya.
Terpisah, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak Ajis Suhendi mengatakan, hampir setiap tahun produksi beras di Kabupaten Lebak diatas rata-rata nasional. Bahkan, saat pandemi Covid- 19 Lebak masih tetap surflus neskupun sempat ada kehawatiran berpengaruh terhadap produksi beras petani di Kabupaten Lebak.
“Untuk memenuhi ketahanan pangan kami akan terus mendorong peningkatan produksi karena Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Abdul Rozak
LEBAK, Warga Berita – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak tahun ini menargetkan produksi padi sebanyak 676 ribu ton lebih. Target ini meningkat dari produksi padi tahun 2023 yang mencapai 644.571 ton.
“Tahun 2024 ini produksi padi di Lebak kita targetkan meningkat 5 persen dari produksi padi tahun 2023 yang mencapai 644.571 ton,” kata kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak Rahmat, Jumat 19 Januari 2024.
Dia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat sebagian besar petani padi di Lebak selalu melakukan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik.
Dengan tanam padi serempak dan penggunaan pupuk organik, kata Rahmat, petani di Lebak dapat menikmati hasil panen yang memuaskan. Diketahui, dari 1 hektare sawah, petani kini dapat memproduksi gabah sebanyak 7 – 8 ton.
“Insyaallah, dengan kondisi tersebut jauh berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3 sampai 4 ton per hektare,” katanya.
Untuk sentra tanam terluas di Kabupaten Lebak tersebar di enam kecamatan meliputi Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan dan Cilograng.
“Ya, enam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Dia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas sekira 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha. Dari lahan seluas itu sebagain besar adalah kawasan perdesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani. “Sementara kebutuhan beras penduduk Lebak sebesar 148.497 ton per tahun,” ujarnya.
Terpisah, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak Ajis Suhendi mengatakan, hampir setiap tahun produksi beras di Kabupaten Lebak diatas rata-rata nasional. Bahkan, saat pandemi Covid- 19 Lebak masih tetap surflus neskupun sempat ada kehawatiran berpengaruh terhadap produksi beras petani di Kabupaten Lebak.
“Untuk memenuhi ketahanan pangan kami akan terus mendorong peningkatan produksi karena Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Abdul Rozak











