PANDEGLANG, Warga Berita – Sebanyak 645 rumah warga di Kecamatan Labuan dan Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang terendam banjir luapan Sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung.
Banjir yang merendam 645 rumah warga di Kecamatan Pagelaran dan Labuan, Kabupaten Pandeglang hanya berlangsung kurang lebih selama empat jam yakni dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana, telah terjadi hujan yang terus menerus hingga mengakibatkan luapan sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung Kecamatan.
“Hingga menyebabkan permukiman masyarakat terendam banjir. Namun tidak sampai mengungsi karena airnya cepat surut,” katanya kepada Warga Berita, melalui sambungan telepon selularnya, Jumat, 5 Januari 2024.
Berdasarkan laporan dari hasil monitoring Tim Reaksi Cepat BPBD, permukiman warga terendam banjir itu sebanyak 25 rumah di BTN Sentul, Kampung Lebak Tanjung Desa Teluk, Kecamatan Labuan. Sebanyak 95 rumah di Desa Karanganyar, Kecamatan Labuan.
“Sebanyak 25 rumah di Desa Labuan, Kecamatan Labuan. Dan sebanyak 500 rumah di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran,” katanya.
Sedangkan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikedal air dari luapan Sungai Cibama hanya limpasan ke jalan. Namun dari hasil monitoring banjir berlangsung kurang lebih selama empat jam dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
“Tadi pagi kami kembali monitor dan banjir sudah surut. Untuk jumlahnya berdasarkan hasil monitoring itu sebanyak 645 rumah warga terendam banjir akibat luapan Sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung,” katanya.
Ia mengatakan, banjir disebabkan curah hujan tinggi serta sedimen lumpur pada aliran sungai. Hal itu berdasarkan keterangan dari warga dan kepala desa setempat.
“Jadi pas kita monitor lokasi banjir, dari kades setempat menyampaikan kalau banjir disebabkan sedimen lumpur pada aliran menuju muara sungai. Jadi ketika hujan deras air cepat meluap merendam permukiman sehingga dari mereka berharap ada pengerukan,” katanya.
Lebih lanjut Nana mengimbau, kepada masyarakat agar jangan membuang sampah kepada aliran sungai maupun saluran air di lingkungan rumahnya. Hal itu dapat menyebabkan saluran tersumbat dan banjir.
“Kita melihat banyak sampah plastik di aliran sungai. Hal ini tentu sangat disayangkan dan berharap agar masyarakat jangan lagi buang sampah ke sungai tapi buanglah pada tempatnya agar aliran sungai bersih dan tidak menyebabkan banjir,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, tadi pagi telah memonitor ke lokasi banjir.
“Monitor ke Desa Teluk, Kecamatan Labuan dan Kecamatan Pagelaran. Banjir sudah kering dan masuk wilayah langganan banjir,” katanya.
Pada saat memonitor ke Kecamatan Pagelaran, ia membawa serta tim kesehatan. Bertujuan mengecek kondisi kesehatan warganya.
“Karena saat ini kan lagi musim DBD juga. Jadi sebagai bentuk kewaspadaan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” katanya.
Sutoto berharap, kepada warga Kabupaten Pandeglang agar waspada terhadap datangnya bencana pancaroba. Sesuai imbauan dari Sekda Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta agar mewaspadai bencana angin puting beliung, bencana longsor, dan banjir.
“Kami juga menyiagakan relawan KSB. Dan memantau 15 Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Lumbung sosial dipantau terkait ketersediaan logistiknya. Tadi pagi itu sudah mengecek yang di Kecamatan Labuan dan stoknya masih aman.
“Kemudian mengecek di Pagelaran sudah kosong. Mau segera kita isi lagi karena memang stok logistik di Lumbung Sosial itu jangan sampai kosong untuk membantu pertolongan pertama baik itu berupa sembako, kasur, maupun selimut,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak
PANDEGLANG, Warga Berita – Sebanyak 645 rumah warga di Kecamatan Labuan dan Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang terendam banjir luapan Sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung.
Banjir yang merendam 645 rumah warga di Kecamatan Pagelaran dan Labuan, Kabupaten Pandeglang hanya berlangsung kurang lebih selama empat jam yakni dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana, telah terjadi hujan yang terus menerus hingga mengakibatkan luapan sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung Kecamatan.
“Hingga menyebabkan permukiman masyarakat terendam banjir. Namun tidak sampai mengungsi karena airnya cepat surut,” katanya kepada Warga Berita, melalui sambungan telepon selularnya, Jumat, 5 Januari 2024.
Berdasarkan laporan dari hasil monitoring Tim Reaksi Cepat BPBD, permukiman warga terendam banjir itu sebanyak 25 rumah di BTN Sentul, Kampung Lebak Tanjung Desa Teluk, Kecamatan Labuan. Sebanyak 95 rumah di Desa Karanganyar, Kecamatan Labuan.
“Sebanyak 25 rumah di Desa Labuan, Kecamatan Labuan. Dan sebanyak 500 rumah di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran,” katanya.
Sedangkan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikedal air dari luapan Sungai Cibama hanya limpasan ke jalan. Namun dari hasil monitoring banjir berlangsung kurang lebih selama empat jam dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
“Tadi pagi kami kembali monitor dan banjir sudah surut. Untuk jumlahnya berdasarkan hasil monitoring itu sebanyak 645 rumah warga terendam banjir akibat luapan Sungai Cibama dan Sungai Cipunten Agung,” katanya.
Ia mengatakan, banjir disebabkan curah hujan tinggi serta sedimen lumpur pada aliran sungai. Hal itu berdasarkan keterangan dari warga dan kepala desa setempat.
“Jadi pas kita monitor lokasi banjir, dari kades setempat menyampaikan kalau banjir disebabkan sedimen lumpur pada aliran menuju muara sungai. Jadi ketika hujan deras air cepat meluap merendam permukiman sehingga dari mereka berharap ada pengerukan,” katanya.
Lebih lanjut Nana mengimbau, kepada masyarakat agar jangan membuang sampah kepada aliran sungai maupun saluran air di lingkungan rumahnya. Hal itu dapat menyebabkan saluran tersumbat dan banjir.
“Kita melihat banyak sampah plastik di aliran sungai. Hal ini tentu sangat disayangkan dan berharap agar masyarakat jangan lagi buang sampah ke sungai tapi buanglah pada tempatnya agar aliran sungai bersih dan tidak menyebabkan banjir,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, tadi pagi telah memonitor ke lokasi banjir.
“Monitor ke Desa Teluk, Kecamatan Labuan dan Kecamatan Pagelaran. Banjir sudah kering dan masuk wilayah langganan banjir,” katanya.
Pada saat memonitor ke Kecamatan Pagelaran, ia membawa serta tim kesehatan. Bertujuan mengecek kondisi kesehatan warganya.
“Karena saat ini kan lagi musim DBD juga. Jadi sebagai bentuk kewaspadaan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” katanya.
Sutoto berharap, kepada warga Kabupaten Pandeglang agar waspada terhadap datangnya bencana pancaroba. Sesuai imbauan dari Sekda Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta agar mewaspadai bencana angin puting beliung, bencana longsor, dan banjir.
“Kami juga menyiagakan relawan KSB. Dan memantau 15 Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Lumbung sosial dipantau terkait ketersediaan logistiknya. Tadi pagi itu sudah mengecek yang di Kecamatan Labuan dan stoknya masih aman.
“Kemudian mengecek di Pagelaran sudah kosong. Mau segera kita isi lagi karena memang stok logistik di Lumbung Sosial itu jangan sampai kosong untuk membantu pertolongan pertama baik itu berupa sembako, kasur, maupun selimut,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak












