Suga bts, anggota populer grup K-pop BTS, baru-baru ini menjadi sorotan media setelah terlibat dalam insiden mengemudi dalam keadaan mabuk.
Pada 7 Agustus 2024, Kantor Polisi Yongsan di Korea Selatan mengumumkan penyelidikan terhadap Suga, yang saat ini sedang menjalani wajib militer sebagai pekerja layanan publik, atas tuduhan melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan.
Insiden tersebut terjadi pada malam sebelumnya, 6 Agustus, ketika Suga, yang bernama asli Min Yoon-gi, mengendarai skuter listrik dalam perjalanan pulang setelah minum-minum. Big Hit Music, agensi yang menaungi BTS, segera merilis pernyataan resmi mengenai kejadian tersebut.
Dalam pernyataannya, Big Hit Music menjelaskan, “Suga menggunakan skuter listrik sambil mengenakan helm setelah minum-minum. Setelah menempuh jarak sekitar 500 meter, dia terjatuh saat parkir. Tes alkohol dilakukan oleh polisi di lokasi, dan Suga dikenai denda serta pencabutan izin mengemudi.”
Agensi tersebut menekankan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti dalam insiden ini. Mereka juga menyatakan penyesalan atas perilaku Suga dan berjanji akan lebih waspada di masa depan untuk mencegah kejadian serupa.
Suga sendiri telah menggunakan platform penggemar Weverse untuk menyampaikan permintaan maafnya secara langsung. Dalam pesannya, dia mengakui kesalahannya dan menyatakan, “Saya melanggar undang-undang lalu lintas karena saya pikir jaraknya dekat dan tidak menyadari bahwa saya tidak diizinkan menggunakan skuter dalam keadaan mabuk.”
Idol K-pop tersebut berjanji akan lebih berhati-hati di masa depan dan menyesali tindakannya yang “tidak bisa dimaafkan”. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada yang terluka atau properti yang rusak dalam insiden tersebut.
Insiden ini terjadi saat Suga sedang menjalani wajib militer, yang diperkirakan akan berakhir pada 21 Juni 2025. Sebagai konsekuensi dari tindakannya, Suga kemungkinan akan menerima tindakan disipliner dari atasannya di tempat dia menjalani wajib militer sebagai pekerja layanan publik.
Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya keselamatan berkendara dan bahaya mengemudi dalam keadaan mabuk, bahkan untuk perjalanan jarak pendek. Kasus Suga juga menyoroti tanggung jawab figur publik dan dampak tindakan mereka terhadap penggemar serta masyarakat luas.
Meskipun insiden ini tentu mengecewakan banyak penggemar, respons cepat dan jujur dari Suga serta agensinya menunjukkan keseriusan mereka dalam menangani masalah ini. Diharapkan kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi Suga, tetapi juga bagi publik secara umum tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dan bahaya mengemudi dalam keadaan mabuk.












