PANDEGLANG, Warga Berita – Ketersediaan stok darah di Kantor Palang Merah Indonesia semakin menipis dan dianggap kurang aman.
Petugas Unit PMI Pandeglang, Dani mengungkapkan bahwa stok darah di PMI Pandeglang mengalami penurunan drastis, terutama golongan A dan AB yang sangat sulit didapatkan.
“Dari Desember 2023, kegiatan donor darah telah mengalami penurunan signifikan, dan stok darah di PMI Pandeglang sangat menurun drastis,” ungkapnya, Jumat 26 Januari 2024.
Ia mengatakan, PMI Pandeglang rata-rata mengeluarkan 1.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien di RSUD maupun klinik.
“Meskipun target kita lebih dari seribu, bahkan lima ratus pun sudah menjadi tantangan besar. Untuk mencapai target tersebut, kami bahkan harus mencari donor di luar daerah,” tuturnya.
Hingga saat ini, PMI Pandeglang mencatat tidak ada stok darah untuk golongan A dan AB, sementara stok golongan B dan O hanya berjumlah 15 kantong.
“Dari jumlah tersebut, golongan B ada 10 dan golongan O ada 5, menunjukkan kebutuhan yang sangat mendesak. Biasanya, kita memasok stok darah ke semua RSUD di Pandeglang dan mengirimkannya ke klinik-klinik,” jelasnya.
Ia melanjutkan, penyebab kekurangan stok darah ini disebabkan oleh kurangnya kegiatan donor darah, baik yang dilakukan secara sukarela maupun melalui kegiatan donor darah. Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah juga masih minim.
“Kami hanya mengandalkan kegiatan donor, namun sayangnya kegiatan donor darah di Pandeglang juga sangat kurang. Akhirnya kita keluar Pandeglang sampai ke Bekasi dan Depok kita lakukan jemput bola demi kebutuhan stok darah di Pandeglang yang begitu kosongnya,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya terus berupaya memenuhi stok darah di Kabupaten Pandeglang dengan mengadakan kegiatan jemput bola dan mengirim surat ke setiap instansi, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami berusaha mencari sumber donor darah, termasuk mengirim surat ke seluruh OPD di Pandeglang. Sayangnya, hingga saat ini belum ada respons yang signifikan,” tuturnya.
Oleh karena itu, PMI Pandeglang mengajak masyarakat Pandeglang agar lebih menyadari pentingnya berkontribusi dengan mendonorkan darah mereka.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak
PANDEGLANG, Warga Berita – Ketersediaan stok darah di Kantor Palang Merah Indonesia semakin menipis dan dianggap kurang aman.
Petugas Unit PMI Pandeglang, Dani mengungkapkan bahwa stok darah di PMI Pandeglang mengalami penurunan drastis, terutama golongan A dan AB yang sangat sulit didapatkan.
“Dari Desember 2023, kegiatan donor darah telah mengalami penurunan signifikan, dan stok darah di PMI Pandeglang sangat menurun drastis,” ungkapnya, Jumat 26 Januari 2024.
Ia mengatakan, PMI Pandeglang rata-rata mengeluarkan 1.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien di RSUD maupun klinik.
“Meskipun target kita lebih dari seribu, bahkan lima ratus pun sudah menjadi tantangan besar. Untuk mencapai target tersebut, kami bahkan harus mencari donor di luar daerah,” tuturnya.
Hingga saat ini, PMI Pandeglang mencatat tidak ada stok darah untuk golongan A dan AB, sementara stok golongan B dan O hanya berjumlah 15 kantong.
“Dari jumlah tersebut, golongan B ada 10 dan golongan O ada 5, menunjukkan kebutuhan yang sangat mendesak. Biasanya, kita memasok stok darah ke semua RSUD di Pandeglang dan mengirimkannya ke klinik-klinik,” jelasnya.
Ia melanjutkan, penyebab kekurangan stok darah ini disebabkan oleh kurangnya kegiatan donor darah, baik yang dilakukan secara sukarela maupun melalui kegiatan donor darah. Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah juga masih minim.
“Kami hanya mengandalkan kegiatan donor, namun sayangnya kegiatan donor darah di Pandeglang juga sangat kurang. Akhirnya kita keluar Pandeglang sampai ke Bekasi dan Depok kita lakukan jemput bola demi kebutuhan stok darah di Pandeglang yang begitu kosongnya,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya terus berupaya memenuhi stok darah di Kabupaten Pandeglang dengan mengadakan kegiatan jemput bola dan mengirim surat ke setiap instansi, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami berusaha mencari sumber donor darah, termasuk mengirim surat ke seluruh OPD di Pandeglang. Sayangnya, hingga saat ini belum ada respons yang signifikan,” tuturnya.
Oleh karena itu, PMI Pandeglang mengajak masyarakat Pandeglang agar lebih menyadari pentingnya berkontribusi dengan mendonorkan darah mereka.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak












