CILEGON, Warga Berita – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heny Anita Susila, angkat bicara terkait saran agar sasaran program beasiswa full sarjana adalah jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Heny Anita menjelaskan, ada kendala yang membuat Dindikbud Kota Cilegon belum bisa menerapkan hal itu.
Ia sendiri ingin agar beasiswa full sarjana mengarah pada jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Karena, salah satu target dari program itu adalah sumber daya manusia yang berdaya saing.
“Penginnya seperti itu, semoga ke depan bisa begitu. Tapi untuk sementara sekarang ini memang tidak melihat itu, yang jelas anak-anak Cilegon yang kuliah di swasta ataupun negeri yang memang sudah tercantum, kemudian di negeri di luar Cilegon bisa mendapatkan beasiswa,” papar Heny, Jumat, 26 Januari 2024.
Ke depan, Heny akan mencoba agar penerima beasiswa full sarjana masuk pada jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Saat ini, belum bisa karena ketersediaan fakultas yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kota Cilegon pun sangat terbatas.
“Karena memang fakultasnya yang ada di kita belum semuanya mendukung ke industri, kecuali Fakultas Teknik Untirta ya, mungkin itu bisa tapi itu hanya sedikit,” papar Heny.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah menyalurkan program beasiswa full sarjana kepada 3.000 penerima yang mengenyam pendidikan di berbagai kampus di Indonesia.
Merujuk pada jumlah tersebut, realisasi program beasiswa full sarjana telah genap mencapai target. Yakni, masing-masing 1.000 penerima per tahun selama tiga tahun kepemimpinan Walikota Cilegon, Helldy Agustian.
Pada tahun 2022 jumlah penerima beasiswa full sarjana sebanyak 1.731 mahasiswa dan tahun 2023 sebanyak 1.269 mahasiswa. Sehingga, pada tahun ketiga totalnya 3.000 penerima.
Pemkot Cilegon juga telah melakukan kerja sama dengan 24 kampus dengan 1.170 jalur kerja sama yang ada di Banten dan DKI Jakarta.
Sebanyak 94 melalui jalur mandiri di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia dan lima jalur luar negeri, yakni di Mesir dan Yaman. (*)
Editor: Agus Priwandono
CILEGON, Warga Berita – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heny Anita Susila, angkat bicara terkait saran agar sasaran program beasiswa full sarjana adalah jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Heny Anita menjelaskan, ada kendala yang membuat Dindikbud Kota Cilegon belum bisa menerapkan hal itu.
Ia sendiri ingin agar beasiswa full sarjana mengarah pada jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Karena, salah satu target dari program itu adalah sumber daya manusia yang berdaya saing.
“Penginnya seperti itu, semoga ke depan bisa begitu. Tapi untuk sementara sekarang ini memang tidak melihat itu, yang jelas anak-anak Cilegon yang kuliah di swasta ataupun negeri yang memang sudah tercantum, kemudian di negeri di luar Cilegon bisa mendapatkan beasiswa,” papar Heny, Jumat, 26 Januari 2024.
Ke depan, Heny akan mencoba agar penerima beasiswa full sarjana masuk pada jurusan yang dibutuhkan oleh industri di Kota Cilegon.
Saat ini, belum bisa karena ketersediaan fakultas yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kota Cilegon pun sangat terbatas.
“Karena memang fakultasnya yang ada di kita belum semuanya mendukung ke industri, kecuali Fakultas Teknik Untirta ya, mungkin itu bisa tapi itu hanya sedikit,” papar Heny.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah menyalurkan program beasiswa full sarjana kepada 3.000 penerima yang mengenyam pendidikan di berbagai kampus di Indonesia.
Merujuk pada jumlah tersebut, realisasi program beasiswa full sarjana telah genap mencapai target. Yakni, masing-masing 1.000 penerima per tahun selama tiga tahun kepemimpinan Walikota Cilegon, Helldy Agustian.
Pada tahun 2022 jumlah penerima beasiswa full sarjana sebanyak 1.731 mahasiswa dan tahun 2023 sebanyak 1.269 mahasiswa. Sehingga, pada tahun ketiga totalnya 3.000 penerima.
Pemkot Cilegon juga telah melakukan kerja sama dengan 24 kampus dengan 1.170 jalur kerja sama yang ada di Banten dan DKI Jakarta.
Sebanyak 94 melalui jalur mandiri di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia dan lima jalur luar negeri, yakni di Mesir dan Yaman. (*)
Editor: Agus Priwandono










