SERANG, Warga Berita – Tim Pemenangan Daerah (TKD) Ganjar – Mahfud Md Banten menyoroti simulasi pemunggutan dan perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu yang lalu.
TPD menuding bahwa simulasi kemarin telah menciderai Pemilu. Sebab, dalam simulasi kemarin, KPU hanya menyediakan surat suara yang berisikan dua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden saja.
Sedangkan, Pemilu 2024 sendiri diikuti oleh tiga paslon yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“KPU kerja sembrono dan tidak profesional, KPU kelas panitia pemilihan RT yang tidak memahami subtansi dari pemilu 5 tahun sekali, bukan pertama kali KPU menyelenggarakan Pemilu,” ujar Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Banten Asep Rahmatullah, Kamis, 4 Januari 2024.
Asep mengatakan, akibat simulasi kemarin, KPU sudah bagian dari memprovokasi peserta pemilu untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan perlawanan.
Dia pun menyebut bahwa simulasi kemarin sangatlah kental dengan unsur kepentingan dan berbau politik.
“KPU menjadi alat kepentingan, dan simulasi kemarin ada unsur politik. KPU kan tau bahwa calon ada tiga, kenapa simulasi kertas cuma dua paslon,” tanyanya.
Sekjen DPD PDIP Banten ini pun meminta kepada KPU untuk mengulangi simulasi pemunggutan dan perhitungan suara yang tentunya menampilkan tiga paslon presiden dan wakil presiden.
“Kalo KPU merasa bersalah maka simulasi itu harus diulang,” ucapnya.
Dia meminta adanya partisipasi masyarakat yang secara langsung mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan, agar pemilu bisa berjalan dengan adil jauh dari kecurangan.
“Kalo fakta nya hal seperti simulasi aja udh salah maka perlu masyarakat harus ikut terlibat melakukan pengawasan,” tegasnya.
Sementara, Ketua KPU Banten M Ihsan mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada simulasi pemungutan suara ulang atau tidak. Sebab, simulasi merupakan program dari KPU Pusat, sedangkan KPU Banten hanya sebagai pihak pelaksana saja.
“Teknisnya nanti dari KPU Pusat, sekarang kita sedang tunggu, jika ada apakah itu dengan surat suara yang sama atau direvisi jadi surat suara dengan tiga paslon,” pungkasnya.
Editor : Merwanda
SERANG, Warga Berita – Tim Pemenangan Daerah (TKD) Ganjar – Mahfud Md Banten menyoroti simulasi pemunggutan dan perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu yang lalu.
TPD menuding bahwa simulasi kemarin telah menciderai Pemilu. Sebab, dalam simulasi kemarin, KPU hanya menyediakan surat suara yang berisikan dua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden saja.
Sedangkan, Pemilu 2024 sendiri diikuti oleh tiga paslon yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“KPU kerja sembrono dan tidak profesional, KPU kelas panitia pemilihan RT yang tidak memahami subtansi dari pemilu 5 tahun sekali, bukan pertama kali KPU menyelenggarakan Pemilu,” ujar Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Banten Asep Rahmatullah, Kamis, 4 Januari 2024.
Asep mengatakan, akibat simulasi kemarin, KPU sudah bagian dari memprovokasi peserta pemilu untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan perlawanan.
Dia pun menyebut bahwa simulasi kemarin sangatlah kental dengan unsur kepentingan dan berbau politik.
“KPU menjadi alat kepentingan, dan simulasi kemarin ada unsur politik. KPU kan tau bahwa calon ada tiga, kenapa simulasi kertas cuma dua paslon,” tanyanya.
Sekjen DPD PDIP Banten ini pun meminta kepada KPU untuk mengulangi simulasi pemunggutan dan perhitungan suara yang tentunya menampilkan tiga paslon presiden dan wakil presiden.
“Kalo KPU merasa bersalah maka simulasi itu harus diulang,” ucapnya.
Dia meminta adanya partisipasi masyarakat yang secara langsung mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan, agar pemilu bisa berjalan dengan adil jauh dari kecurangan.
“Kalo fakta nya hal seperti simulasi aja udh salah maka perlu masyarakat harus ikut terlibat melakukan pengawasan,” tegasnya.
Sementara, Ketua KPU Banten M Ihsan mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada simulasi pemungutan suara ulang atau tidak. Sebab, simulasi merupakan program dari KPU Pusat, sedangkan KPU Banten hanya sebagai pihak pelaksana saja.
“Teknisnya nanti dari KPU Pusat, sekarang kita sedang tunggu, jika ada apakah itu dengan surat suara yang sama atau direvisi jadi surat suara dengan tiga paslon,” pungkasnya.
Editor : Merwanda












