WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Selain Etik Catatan (Buruk) Teknik di Pemilu 2024 – Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
15 Februari 2024
Reading Time: 4 mins read
0
Selain Etik Catatan (Buruk) Teknik di Pemilu 2024 – Warga Berita

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

Warga Berita JAKARTA Saya sebenarnya sudah mau “Puasa bicara” utk comment mengenai Pemilu 2024 -yg menurut beberapa pihak disebut-sebut sebagai “Pemilu terburuk di era Reformasi”. Karena ingin menghormati Proses Demokrasi di Republik ini yg menghabiskan lebih dari 71 Trilyun, alias sekitar 60% Beaya KCiC (Kereta Cepat Indonesia China) atau 15% beaya Pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) “Nusantara” yg mencapai 466 Trilyun tsb. Perbandingan2 ini perlu disampaikan sebelumnya sebagai pengingat bahwa saat ini sebenarnya kita harus bisa cerdas mengelola Anggaran ditengah kondisi keuangan Negara yg -menurut Para Ekonom- sudah makin Kritis (utk tidak menyebutnya membahayakan).

Apa yg terjadi sekarang adalah hari demi hari ternyata Proses penghitungan suara Pemilu 2024 tsb bukannya makin baik namun justru makin runyam, setidaknya hal tsb telah menjadi kehebohan di social media -bahkan trending topic- yg sangat memalukan, sampai lebih dari 102rb postingan di Aplikasi X (Twitter) kemarin. Bagaimana tidak, ini bukan lagi soal Etik yg bbrp saat sebelum Pemilu telah diingatkan oleh Ribuan Akademisi yg terdiri dari Banyaknya Profesor, Doktor dan Mahasiswa dari Ratusan Kampus di Indonesia, namun sekarang soal Teknik atau Sistem Rekap Penghitungan Suara di Pemilu 2024 ini yg dikenal dgn nama ” SiREKAP”.

SIREKAP adalah sebuah Sistem yg prinsipnya menggunakan Teknik OCR (Optical Charactet Recognizer) dan OMR (Optical Mark Recognizer) yg sebenarnya bukan hal baru dalam dunia Seleksi Mahasiswa di Kampus, karena OCR / OMR fungsinya mempercepat pembacaan Karakter / Huruf / Tanda Baca yg sebelumnya ditulis oleh manusia, menjadi Kode yg langsung bisa dimengerti oleh Komputer yg akan mengolahnya.

Bahkan sebenarnya sejarah penggunaan OCR / OMR sendiri sudah diritis sejak 110 tahun lalu (baca: seratus sepuluh tahun, alias lebih dari seabad lalu) sejak th 1914 ketika seorang Fisikawan Jerman bernama Emanuel Goldberg berhasil mengembangkan mesin pembaca karakter dan mengubahnya menjadi kode telegraf. Mesin inilah yang menjadi cikal bakal dari teknologi OCR / OMR saat ini.

Jadi publik jangan (seolah2) mau dipamerin dgn Teknologi yg prinsipnya sudah lebih dari 11 Dekade yg lalu tersebut, apalagi disebut2 sekarang menggunakan AI (Artificial Intelligence) segala, come on, ini Teknologi biasa (baca: sederhana) dan sudah umum dipakai yg biasanya memang sudah canggih, jarang terjadi error sebagaimana yg masif dilaporkan dalam penggunaan SIREKAP hari2 ini.

Secara hukum Pemanfaatan SIREKAP tertuang dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 66 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum. Sirekap dibuat untuk mewujudkan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu sesuai Undang-Undang, jadi memang sudah ada Landasan Hukumnya.

Namun apa yg terjadi hari2 ini memang sangat mengecewakan (kalau tidak disebut sebagai “memalukan”), karena sistem yg termasuk bagian dalam Anggaran Puluhan Trilyun Beaya Pemilu 2024 ini sangat sering bisa (men) salah (kan) Angka manual yg ditulis oleh Petugas dilapangan, misalnya angka 1 (satu) menjadi 4 (empat) atau bahkan “otomatis” menambahkan sendiri angka tsb secara random menjadi belasan, puluhan, bahkan ratusan diatasnya.

Oleh karenanya wajar bila kemudian banyak pihak yg kemudian menengarai “Jangan2 SIREKAP didalamnya sudah diprogram utk menambah2kan atau menggelembungkan Angka tertentu?” apalagi kasus2 yg terjadi sangat marak dilaporkan, alias tidak hanya satu-dua kasus, tetapi hampir diseluruh wilayah Indonesia sebagimana Trending Topix di Twitter tsb.

Secara kronologis, KPU baru merilis aplikasi SIREKAP ini pada 22 Januari 2024 alias sekitar sebulan lalu. Aplikasi SIREKAP Pemilu 2024 bisa diunduh di PlayStore maupun browser yang akan mengarahkan ke aplikasi di PlayStore tersebut. Aplikasi tersebut bisa didownload di Play Store dengan mengetikkan ‘Sirekap 2024’ atau melalui link download Sirekap 2024 di browser yang akan mengarahkan ke aplikasi di Play Store.

Masalahnya adalah, Apakah Aplikasi SIREKAP ini sudah benar2 pernah diuji secara benar sebelum berani digunakan dalam Pemilu 2024 ini? Dengan kata lain apakah SIREKAP sudah memiliki Sertifikasi Layak Teknis dari Institusi yg kompeten, misalnya BRIN atau Pakar2 Independen berbagai Kampus ternama di Indonesia ? Bahkan seharusnya sebelum dan sesudah dipakai SIREKAP ini harus diaudit IT Forensic, apalagi banyak kesalahan dan menjadi Trending Topic, karena berani langsung digunakan di Pemilu 2024 yg hasilnya akan menentukan Masa Depan Indonesia ini.

Meski SIREKAP hanya Alat bantu (dan menurut Statemen Bawaslu kemarin) “bukan merupakan Hasil Resmi Pemilu 2024 yg digunakan sistem Manual”, namun Perhitungan yg sekarang berjalan didasarkan pada sistem OCR / OMR ini. Hal tsb mirip2 dgn Release ” Quick Count” juga “Exit Poll” oleh Lembaga2 Surve yg sudah langsung diumumkan 2 Jam setelah TPS tutup alias semenjak hari Rabu 14 Februari 2024 pukul 15.01 WIB.

Artinya baik terjadinya “kesalahan masif” di SIREKAP dan Publikasi hasil Quick Count serta Exit Poll tsb (sekalilagi meski bukan hasil Resmi KPU) namun sudah dijadikan “acuan” oleh pihak2 tertentu, setidaknya sampai ada yg sudah Unjuk Gigi menggelar “Deklarasi Kemenangan versi Quick Count” yg disadari atau tidak sudah membuat Faktor Psikologis atau bahkan Psy War bagi pihak2 lainnya.

Kesimpulannya, senada dgn CATATAN (Buruk) ETIK yg sudah disuarakan di Ratusan Kampus sebelumnya (dan hal tsb bukan berarti sudah selesai setelah Pemilu, karena bagaimanapun CACAT ETIK akan tetap melekat dan tidak akan bisa hilang selamanya), maka CATATAN (Buruk) TEKNIK di Pemilu 2024 ini bisa semakin menambah ketidakpercayaan Masyarakat terhadap Hasil Pemilu 2024 (yg sekalilagi sayangnya berbiaya sangat Mahal sampai lebih dari 71 Trilyun) ini.

At last but not least, Catatan (buruk) Teknik ini -sebagaimana Catatan (buruk) Etik- yg sudah disuarakan sebelumnya, adalah Wujud Kasih sayang kita sebagai Masyarakat Indonesia yg masih peduli akan bangsa ini kedepan, jadi jangan malah dianggap memiliki tujuan Politis tertentu, apalagi ditulis oleh pihak2 yg tidak memiliki Afiliasi politik terhadap pihak2 tertentu, sebagaimana Para Profesor, Doktor, Magister dan Mahasiswa dari Ratusan Kampus kemarin. Jadi terus sampaikan hal2 korektif seperti ini demi Indonesia, negara yg kita Cintai bersama agar tidak semakin terpuruk gara2 hal2 buruk …

ditulis oleh :_*) Dr. KRMT Roy Suryo, Pemerhati Telematika, AI, OCB & Multimedia Independen, samasekali tidak terafiliasi ke Paslon tertentu – Jakarta, 16 Februari 2024*_

Terkait

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
Museum Batik Suguhkan Koleksi Pedalaman Hingga Nusantara

Museum Batik Suguhkan Koleksi Pedalaman Hingga Nusantara

Pemkot Pekalongan Genjot Pendapatan Pajak

Pemkot Pekalongan Genjot Pendapatan Pajak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
PEMILU 2024 — KIP Banda Aceh Gelar Pemungutan Suara Ulang

PEMILU 2024 — KIP Banda Aceh Gelar Pemungutan Suara Ulang

22 Februari 2024
400 ASN Dilaporkan Tak Netral di Pemilu 2024

400 ASN Dilaporkan Tak Netral di Pemilu 2024

28 Februari 2024
34 orang di Jateng terpapar COVID-19, empat sudah sembuh

34 orang di Jateng terpapar COVID-19, empat sudah sembuh

18 Desember 2023

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In