CILEGON, Warga Berita – Pemprov Banten mempunyai strategi untuk meminimalisir pengangguran dari lulusan SMK.
Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, lulusan SMK menyumbang angka pengangguran tertinggi di Tanah Jawara ini.
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, mengatakan bahwa Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melengkapi sarana dan prasarana untuk para siswa terakses ke lapangan kerja sesuai dengan bidang masing-masing.
“Rencana pendirian SMK itu memang agar cepat tersambung ke lapangan kerja secara cepat,” ujar Al Muktabar usai peresmian hasil pembangunan bidang pendidikan di SMKN 4 Kota Cilegon, Jumat, 26 Januari 2024.
Kata dia, sarana dan prasarana sekolah berupa ruang praktik siswa (RPS) seperti di SMKN 4 Kota Cilegon ini, berupa simulator pengendalian kapal laut, memperkuat kompetensi jurusan pelayaran.
Bahkan, ada juga SMK dengan basis kimia dasar dan industri lainnya seperti otomotif. Seperti salah satu SMKN di Kota Serang yang dilengkapi dengan peralatan yang sangat baik.
Bahkan, lanjutnya, ia merenung agar SMK dengan peralatan yang baik itu dapat praktik langsung membuka semacam bengkel.
“Paling tidak melayani pegawai Pemprov Banten. Nanti ada keseimbangan cash flow, kita formulasikan regulasinya,” terang Al.
Kata dia, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal, maka seluruh SMK negeri di Banten akan dilengkapi dengan RPS dan peralatannya.
“Kita melengkapi itu, sehingga vokasi,” ujarnya.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani, mengatakan, ada delapan sekolah di Kota Cilegon yang dibangun sarana prasarananya.
Di bidang SMA negeri ada SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 5 Kota Cilegon.
Sedangkan, di bidang SMK negeri yaitu SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 4 Kota Cilegon.
“Ada juga satu Skh,” tuturnya.
Tabrani mengatakan, sarana prasarana SMAN yang dibangun meliputi ruang kelas baru (RKB), RPS, rehabilitas laboratorium, pembangunan utilitas, dan kelengkapan sekolah lainnya.
“Untuk SMKN 4 Cilegon dalam bentuk ruang praktik siswa, dilengkapi simulasi alat praktik. Di SMKN 1 Cilegon diberikan sarana praktik, teknik permesinan. SMKN 2 Cilegon sarana kimia industri dan analis kimia. Sedangkan SMKN 3 Cilegon, kelengkapan praktik tata boga dan usaha pelayanan wisata,” ujar Tabrani.
Sedangkan Skh, telah dibangun penambahan ruang kelas baru.
“Pembangunan sarana prasaran dan diterima sekolah, ada yang sudah digunakan dan ada yang siap dimanfaatkan,” ujar Tabrani. (*)
Editor: Agus Priwandono
CILEGON, Warga Berita – Pemprov Banten mempunyai strategi untuk meminimalisir pengangguran dari lulusan SMK.
Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, lulusan SMK menyumbang angka pengangguran tertinggi di Tanah Jawara ini.
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, mengatakan bahwa Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melengkapi sarana dan prasarana untuk para siswa terakses ke lapangan kerja sesuai dengan bidang masing-masing.
“Rencana pendirian SMK itu memang agar cepat tersambung ke lapangan kerja secara cepat,” ujar Al Muktabar usai peresmian hasil pembangunan bidang pendidikan di SMKN 4 Kota Cilegon, Jumat, 26 Januari 2024.
Kata dia, sarana dan prasarana sekolah berupa ruang praktik siswa (RPS) seperti di SMKN 4 Kota Cilegon ini, berupa simulator pengendalian kapal laut, memperkuat kompetensi jurusan pelayaran.
Bahkan, ada juga SMK dengan basis kimia dasar dan industri lainnya seperti otomotif. Seperti salah satu SMKN di Kota Serang yang dilengkapi dengan peralatan yang sangat baik.
Bahkan, lanjutnya, ia merenung agar SMK dengan peralatan yang baik itu dapat praktik langsung membuka semacam bengkel.
“Paling tidak melayani pegawai Pemprov Banten. Nanti ada keseimbangan cash flow, kita formulasikan regulasinya,” terang Al.
Kata dia, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal, maka seluruh SMK negeri di Banten akan dilengkapi dengan RPS dan peralatannya.
“Kita melengkapi itu, sehingga vokasi,” ujarnya.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani, mengatakan, ada delapan sekolah di Kota Cilegon yang dibangun sarana prasarananya.
Di bidang SMA negeri ada SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 5 Kota Cilegon.
Sedangkan, di bidang SMK negeri yaitu SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 4 Kota Cilegon.
“Ada juga satu Skh,” tuturnya.
Tabrani mengatakan, sarana prasarana SMAN yang dibangun meliputi ruang kelas baru (RKB), RPS, rehabilitas laboratorium, pembangunan utilitas, dan kelengkapan sekolah lainnya.
“Untuk SMKN 4 Cilegon dalam bentuk ruang praktik siswa, dilengkapi simulasi alat praktik. Di SMKN 1 Cilegon diberikan sarana praktik, teknik permesinan. SMKN 2 Cilegon sarana kimia industri dan analis kimia. Sedangkan SMKN 3 Cilegon, kelengkapan praktik tata boga dan usaha pelayanan wisata,” ujar Tabrani.
Sedangkan Skh, telah dibangun penambahan ruang kelas baru.
“Pembangunan sarana prasaran dan diterima sekolah, ada yang sudah digunakan dan ada yang siap dimanfaatkan,” ujar Tabrani. (*)
Editor: Agus Priwandono












