JAWA TENGAH, Warga Berita— Relawan Prabowo Peduli Petani (RPPP) setiap hari memborong sayur dari para petani di Jawa Tengah.
Pembelian sayur dari beberapa sentra sayur itu akan terus berlanjut hingga harga sayur kembali normal.
Aksi borong sayur oleh RPPP ini merupakan bentuk kepedulian untuk mengurangi beban para petani karena harga sayur turun. Selasa, 16 Januari 2024, beberapa sentra sayur di Jawa Tengah, seperti lereng Gunung Sumbi Kopeng dan Boyolali didatangi oleh relawan pasangan capres nomor urut 2 ini.
Ketua RPPP Yudi Samhana mengatakan, pihaknya mendatangi beberapa sentra sayur itu untuk membeli sayur dari petani. Setiap hari, relawan menargetkan minimal pembelian sebanyak satu truk atau tujuh ton sayur dari para petani.
“Karna harganya jatuh, malah ada petani yang membiarkan sayurnya tidak dipanen dan dibiarkan busuk. Dengan kita beli, semoga sedikit meringankan beban petani,” kata Yudi Samhana dalam rilis yang diterima Warga Berita, Rabu, 17 Januari 2024.
Kata Yudi, harga jenis sayur mayur yang anjlok di antaranya, kol (kubis), buncis, cesin, timun, terong, kol putih, sawi sendok dan lain-lain. Adapun, harga sayur mayur tersebut dipatok petani hanya Rp1.000-Rp2.000/Kg. Bahkan, ada yang tidak laku akibat banjirnya panenan. Untuk itu, RPPP akan terus membeli sayur dari petani hingganya kembali normal.
“Kami juga akan ke Wonosobo, Jateng, karena kami dengar di sana lebih parah lagi jatuh harganya bahkan hanya jadi makanan ternak, dan juga ke daerah Malang, Jatim. Bismillah, semoga Pak Prabowo menjadi presiden agar nanti ada solusi saat harga-harga jatuh,” kata Yudi.
Kata Yudi, sayur-sayur itu akan dibagikan kepada kaum dhuafa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, sayur ini juga dapat mendukung program makan siang gratis yang diberikan kepada anak -anak di sekolah dan pesantren nantinya, sementara sayur hasil petani semua terserap pasar.
“Petani sayur saat ini sudah nangis darah, biaya tanam mahal, benih mahal, pupuk mahal, tapi harganya jatuh. Padahal, kadang untuk biaya tanam mereka harus meminjam atau kredit,” ungkap Yudi.
Editor : Merwanda
JAWA TENGAH, Warga Berita— Relawan Prabowo Peduli Petani (RPPP) setiap hari memborong sayur dari para petani di Jawa Tengah.
Pembelian sayur dari beberapa sentra sayur itu akan terus berlanjut hingga harga sayur kembali normal.
Aksi borong sayur oleh RPPP ini merupakan bentuk kepedulian untuk mengurangi beban para petani karena harga sayur turun. Selasa, 16 Januari 2024, beberapa sentra sayur di Jawa Tengah, seperti lereng Gunung Sumbi Kopeng dan Boyolali didatangi oleh relawan pasangan capres nomor urut 2 ini.
Ketua RPPP Yudi Samhana mengatakan, pihaknya mendatangi beberapa sentra sayur itu untuk membeli sayur dari petani. Setiap hari, relawan menargetkan minimal pembelian sebanyak satu truk atau tujuh ton sayur dari para petani.
“Karna harganya jatuh, malah ada petani yang membiarkan sayurnya tidak dipanen dan dibiarkan busuk. Dengan kita beli, semoga sedikit meringankan beban petani,” kata Yudi Samhana dalam rilis yang diterima Warga Berita, Rabu, 17 Januari 2024.
Kata Yudi, harga jenis sayur mayur yang anjlok di antaranya, kol (kubis), buncis, cesin, timun, terong, kol putih, sawi sendok dan lain-lain. Adapun, harga sayur mayur tersebut dipatok petani hanya Rp1.000-Rp2.000/Kg. Bahkan, ada yang tidak laku akibat banjirnya panenan. Untuk itu, RPPP akan terus membeli sayur dari petani hingganya kembali normal.
“Kami juga akan ke Wonosobo, Jateng, karena kami dengar di sana lebih parah lagi jatuh harganya bahkan hanya jadi makanan ternak, dan juga ke daerah Malang, Jatim. Bismillah, semoga Pak Prabowo menjadi presiden agar nanti ada solusi saat harga-harga jatuh,” kata Yudi.
Kata Yudi, sayur-sayur itu akan dibagikan kepada kaum dhuafa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, sayur ini juga dapat mendukung program makan siang gratis yang diberikan kepada anak -anak di sekolah dan pesantren nantinya, sementara sayur hasil petani semua terserap pasar.
“Petani sayur saat ini sudah nangis darah, biaya tanam mahal, benih mahal, pupuk mahal, tapi harganya jatuh. Padahal, kadang untuk biaya tanam mereka harus meminjam atau kredit,” ungkap Yudi.
Editor : Merwanda












