Warga Berita – Masyarakat dari berbagai kalangan yang tergabung dalam relawan Gerakan Sekali Putaran (GSP) Provinsi Jambi menggelar kegiatan sosialisasi pilpres sekali putaran dengan aksi pembagian susu UHT gratis dan paket merchandise kepada warga.
Kegiatan ini digelar di dua lokasi yaitu di Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (31/1).
Koordinator Provinsi GSP Provinsi Jambi, Bobby mengatakan, sosialisasi pilpres sekali putaran dilakukan sekaligus dengan ajakan untuk memilih pasangan capres cawapres nomor 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Potensi pilpres sekali putaran dimungkinkan dengan mencoblos pasangan Prabowo – Gibran,” ujar Bobby di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, elektabilitas Prabowo – Gibran telah unggul jauh dari pesaingnya bahkan hampir menyentuh angka psikologis 50%+1.
“Dari sejumlah survei malah sudah ada yang tembus 50 persen lebih,” ucapnya.
Oleh karena itu, untuk merealisasikan pilpres sekali putaran pilihannya hanya mendukung paslon dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu.
“Kalau mencoblos pasangan selain Prabowo – Gibran kemungkinan sekali putaran tidak terjadi ya,” katanya.
Lanjut Bobby menjelaskan pilpres sekali putaran lebih mendatangkan manfaat bagi masyarakat, karena dapat menghemat anggaran negara sebesar Rp. 27 triliun.
“Anggaran sebesar itu lebih bijak jika dialokasikan untuk membantu masyarakat seperti subsidi BBM, BLT, penyediaan pupuk atau sembako murah dan lain sebagainya,” ucap Bobby.
Sebaliknya, ketika pilpres dua putaran kata Bobby sangat tidak efektif, banyak waktu dan tenaga yang terbuang sia-sia.
“Kalau pilpres sampai ke putaran kedua, tentu akan sangat membuang-buang waktu, tenaga, dan cenderung menelan biaya yang lebih mahal. Ini kan rugi namanya. Kalau hanya sekali putaran, anggaran yang ada bisa dialihkan ke pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat lainnya,” jelasnya.
Selain itu apa yang dikampanyekan oleh GSP adalah hal penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Warga negara tentu tidak menginginkan terjadi polarisasi atau pembelahan di masyarakat hanya karena perbedaan pilihan calon presiden.
“Salah satu cara mencegah polarisasi itu terjadi adalah dengan memenangkan Prabowo-Gibran dengan sekali putaran. Apalagi satu-satunya paslon yang memiliki ketegasan adalah paslon nomor urut 2, maka sudah pasti tidak akan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki niat jahat pada masyarakat Indonesia,” sebutnya.
Dikatakan Bobby di musim kampanye ini, masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu dan adu domba yang merusak jalannya pilpres.
“Kita menolak adannya adu domba, fitnah dan hoax yang bisa merusak persatuan dan menggagalkan pilpres berjalan dengan tertib dan nyaman bagi masyarakat,” tandasnya.[prs]














