Ratusan warga Batang, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (13/2/2025) menuntut perbaikan jalan Pantura yang rusak parah. Aksi yang dikawal sekitar 150 personel kepolisian ini berlangsung dari Jalan Veteran menuju Patung Kuda.
Koordinator lapangan, Rizal Arifianto, menyampaikan tuntutan agar pemerintah pusat dan daerah segera memperbaiki ruas Pantura Batang yang kondisinya semakin memburuk. Kerusakan jalan tersebut telah memakan korban, mulai dari luka-luka hingga korban jiwa.
“Ada juga yang meninggal. Kami minta supaya Presiden Prabowo, Gubernur Terpilih dan Bupati Terpilih menyantuni para korban,” ujar Rizal saat ditemui di Jalan Jendral Sudirman Batang.
Dalam aksi yang berlangsung selama 30 menit tersebut, massa membentangkan belasan spanduk berisi tuntutan mereka. Beberapa di antaranya bertuliskan “Ojo Mung Kantor Tok, Dalane Dipikir Le” dan “Dibayari Rakyat Tolong Lindungi Rakyat”.
Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Batang, Kompol Abdul Fatah mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari anggota Omah Oposisi Wong Batang terkait rencana aksi tersebut. “Kami hanya sekadar mengamankan aksi itu agar berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.
Para pengunjuk rasa juga menuntut kompensasi bagi keluarga korban meninggal dan yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Mereka menilai pemerintah daerah kurang peka terhadap kondisi jalan yang membahayakan pengguna jalan.
“Sebenarnya, perbaikan jalan pantura bisa diperbaiki oleh pemerintah daerah, bukan sepenuhnya dibebankan oleh Pemerintah pusat. Di Pemkab Batang itu ada dana tak tersangka bencana sehingga bisa digunakan untuk perbaikan jalan itu,” tegas Rizal.
Di akhir aksi, sejumlah warga melakukan tabur bunga tujuh rupa sebagai simbol duka atas kerusakan jalan Pantura. Mereka berharap pemerintah tidak sekadar memberikan janji kosong, tetapi segera melakukan perbaikan permanen.
Sebagai pembayar pajak, warga menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur merupakan kewajiban pemerintah. “Mau berapa pun dananya, kami tidak peduli, karena ini kewajiban pemerintah untuk kenyamanan masyarakatnya,” pungkas Rizal.












