WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Ratusan Seniman dan Budayawan Hadiri Haul ke-99 Saptohoedojo di Makam Giri Sapto, Imogiri » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
7 Februari 2024
Reading Time: 4 mins read
0
Ratusan Seniman dan Budayawan Hadiri Haul ke-99 Saptohoedojo di Makam Giri Sapto, Imogiri » Warga Berita

0702 haul
Para seniman dan budayawan saat menghadiri acara Haul ke-99 Saptohoedojo di makam Giri Sapto, Imogiri | Istimewa

YOGYAKARTA, WargaBerita – Ratusan seniman  dan budayawan berkumpul di Makam Giri Sapto, untuk mengikuti Haul ke-99 maestro seni rupa, Amarhum Saptohoedojo.

Haul yang diadakan di pelataran Makam Giri Sapto (6/2/2024) itu secara internal dihadiri para ahli waris seniman yang dimakamkan di Makam Giri Sapto.

Acara tersebut diisi  dengan paduan suara, Tembang Suba Sita, New Ilir ilir (Knyut Kubro), Solo Guitar dan Puisi “Penyaksi Sejarah” (kolaborasi Heri Macan,  Evi Idawati).

Prof Dwi Maryanto didaulat untuk memberikan orasi, sementara pembacaan doa dan tahli oleh KH Abdul Muhaimin (PP Nurul Ummahat Kotagede).

Usai acara, isteri Almarhum Saptohoedojo, Ny Yani Prof Dwi Maryanto dan HMS Wibawa menanam pohon pocung dan kemenyan.

“Pohon kemenyan ini wangi, semoga bisa mengharumkan mereka yang bersemayam di Makam ini,” ujar Yani Saptohoedojo.

Prosesi haul dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dalam iringan gerimis di Bukit Gajah. Acara yang mengusung tema  “Seni Budaya yang Menyatukan” itu  dimulai dengan sambutan oleh Yani Saptohoedojo.

“Giri Sapto adalah lukisan Pak Saptohoedojo di alam. Bagi Pak Sapto, melukis itu bisa di mana saja, tidak harus di kanvas,” Yani Saptohoedojo mengawali kalimat dalam sambutannya.

Untuk diketahui, makam Giri Sapto adalah makam khusus para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi dalam melestarikan seni budaya untuk masyarakat baik local Yogyakarta maupun nasional.

Lahan pemakaman itu seluas hampir lima hektar, berada di bukit Gajah,  Girirejo,  Imogiri, Yogyakarta, tidak jauh dari kompleks makam Raja Mataram.

Dalam proses pembangunannya mendapat restu dari Ngersa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan lokasinya mendapat persetujuan KRT Suryapamo Hadiningrat, mantan Bupati Bantul.

Saptohoedojo sengaja membangun kompleks pemakaman itu secara diam-diam dalam rangka memberikan penghargaan terhadap seniman dan budayawan sebagai pahlawan.

Meskipun mereka tidak membawa bedil (senjata), tetapi membawa kekuatan budaya, seni, dan slogan-slogan yang memberikan semangat  kepada pejuang dalam mempertahankan negara Indonesia dari penjajah.

Menurut Yani, dalam upaya mewujudkan makam Giri Sapto, memang tidak mudah. Mereka berkeliling ke semua  kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak ada yang mau.

Akhirnya KRT Suryapamo Hadiningrat, mantan Bupati Bantul, mengusulkan tanah di Wukirsari yang kurang produktif untuk digunakan.

Kemudian Saptohoedojo meminta izin sekaligus bertanya kepada Ngarsa Dalem, apakah diperkenankan membuat makam di sebelah barat kompleks makam Raja Mataram?

Sri Sultan Hamengkubuwono IX memberikan izin karena baginya tanpa seniman dan budayawan, kerajaan (istana) akan hampa. Kerajaan tidak mungkin dapat dipisahkan dari kesenian maupun kebudayaan.

Pembangunan mulai dilakukan pada tahun 1985 dengan melibatkan seratus pekerja karena lahannya sangat luas. Untuk memantau keberadaan dan pergerakan tukang, maka kaos mereka diberi angka dari 1 sampai 100.

Tanggal 6 Februari 1988 pembangunan selesai,  diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan nama Makam Seniman Pengharum Bangsa, tetapi  oleh Saptohoedojo kemudian diganti menjadi Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto.

Pintu masuk makam berbentuk lengkungan menyerupai pelangi, melambangkan  tujuh warna (mijikuhibiniu), menciptakan keindahan. Sekaligus menggambarkan bahwa Giri Sapto diperuntukan bagi berbagai seniman yang berprestasi, dikenal masyarakat luas, dan mendapat penghargaan dari pemerintah.

“Pak Sapto berpikir bahwa surga atau langit itu lapis tujuh, pelangi jumlah warnanya tujuh, dan Sapto juga bermakna tujuh, makanya dinamakan Giri Sapto, Makam Seniman dan Budayawan Pengharum Bangsa. Karena para budayawan dan senimanlah yang mengharumkan nama bangsa lewat karya-karya mereka,” jelas Yani, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Berbeda dengan situasi makam pada umumnya yang terkesan angker dan wingit, Giri Sapto terasa adem dengan seratus pohon langka (pemberian Dinas Perkebunan, Bogor), penataan makam yang estetik-terbagi dalam tujuh lantai.

Setiap lantai ditandai dengan gentong besar bertuliskan aksara Jawa, berisi falsafah hidup orang Jawa, Warga Berita lain sura diro jayaningrat lebur dening pangastuti (segala sifat murka atau keras hati hanya bisa dikalahkan oleh kebijaksanaan, kesabaran, dan kelembutan) dan jer basuki mawa beya (mengajarkan manusia untuk senantiasa bekerja keras dalam menggapai apa yang diinginkan).

Hingga kini sudah ada 65 seniman/budayawan yang dimakamkan. Pertama kali yang dimakamkan adalah mendiang Soedarmadji (pimpinan keroncong RRI Semarang) tahun 1990, disusul Kusbini, L. Manik, Handung Kussudyarsana, GM Sudarta, Ki Ledjar Subroto, Hasmi, Kirdjomulyo, Bondan Nusantara, Iman Budhi Santosa, dan lain-lainnya. Belakangan yang dimakamkan adalah Jemek Supardi dan Djoko Pekik.

Sebagai seorang isteri, Yani Saptohoedojo berharap agar Giri Sapto dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, baik sebagai tempat berkemah, mengenal budayawan/seniman dan karya-karya mereka, tempat penelitian tumbuh kembang pohon langka, dan sebagainya.

Guna menunjang itu, kemungkinan satu atau dua tahun ke depan akan dilakukan renovasi museum yang sudah ada, dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan DIY. Suhamdani

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

0702 haul
Para seniman dan budayawan saat menghadiri acara Haul ke-99 Saptohoedojo di makam Giri Sapto, Imogiri | Istimewa

YOGYAKARTA, WargaBerita – Ratusan seniman  dan budayawan berkumpul di Makam Giri Sapto, untuk mengikuti Haul ke-99 maestro seni rupa, Amarhum Saptohoedojo.

Haul yang diadakan di pelataran Makam Giri Sapto (6/2/2024) itu secara internal dihadiri para ahli waris seniman yang dimakamkan di Makam Giri Sapto.

Acara tersebut diisi  dengan paduan suara, Tembang Suba Sita, New Ilir ilir (Knyut Kubro), Solo Guitar dan Puisi “Penyaksi Sejarah” (kolaborasi Heri Macan,  Evi Idawati).

Prof Dwi Maryanto didaulat untuk memberikan orasi, sementara pembacaan doa dan tahli oleh KH Abdul Muhaimin (PP Nurul Ummahat Kotagede).

Usai acara, isteri Almarhum Saptohoedojo, Ny Yani Prof Dwi Maryanto dan HMS Wibawa menanam pohon pocung dan kemenyan.

“Pohon kemenyan ini wangi, semoga bisa mengharumkan mereka yang bersemayam di Makam ini,” ujar Yani Saptohoedojo.

Prosesi haul dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dalam iringan gerimis di Bukit Gajah. Acara yang mengusung tema  “Seni Budaya yang Menyatukan” itu  dimulai dengan sambutan oleh Yani Saptohoedojo.

“Giri Sapto adalah lukisan Pak Saptohoedojo di alam. Bagi Pak Sapto, melukis itu bisa di mana saja, tidak harus di kanvas,” Yani Saptohoedojo mengawali kalimat dalam sambutannya.

Untuk diketahui, makam Giri Sapto adalah makam khusus para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi dalam melestarikan seni budaya untuk masyarakat baik local Yogyakarta maupun nasional.

Lahan pemakaman itu seluas hampir lima hektar, berada di bukit Gajah,  Girirejo,  Imogiri, Yogyakarta, tidak jauh dari kompleks makam Raja Mataram.

Dalam proses pembangunannya mendapat restu dari Ngersa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan lokasinya mendapat persetujuan KRT Suryapamo Hadiningrat, mantan Bupati Bantul.

Saptohoedojo sengaja membangun kompleks pemakaman itu secara diam-diam dalam rangka memberikan penghargaan terhadap seniman dan budayawan sebagai pahlawan.

Meskipun mereka tidak membawa bedil (senjata), tetapi membawa kekuatan budaya, seni, dan slogan-slogan yang memberikan semangat  kepada pejuang dalam mempertahankan negara Indonesia dari penjajah.

Menurut Yani, dalam upaya mewujudkan makam Giri Sapto, memang tidak mudah. Mereka berkeliling ke semua  kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak ada yang mau.

Akhirnya KRT Suryapamo Hadiningrat, mantan Bupati Bantul, mengusulkan tanah di Wukirsari yang kurang produktif untuk digunakan.

Kemudian Saptohoedojo meminta izin sekaligus bertanya kepada Ngarsa Dalem, apakah diperkenankan membuat makam di sebelah barat kompleks makam Raja Mataram?

Sri Sultan Hamengkubuwono IX memberikan izin karena baginya tanpa seniman dan budayawan, kerajaan (istana) akan hampa. Kerajaan tidak mungkin dapat dipisahkan dari kesenian maupun kebudayaan.

Pembangunan mulai dilakukan pada tahun 1985 dengan melibatkan seratus pekerja karena lahannya sangat luas. Untuk memantau keberadaan dan pergerakan tukang, maka kaos mereka diberi angka dari 1 sampai 100.

Tanggal 6 Februari 1988 pembangunan selesai,  diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan nama Makam Seniman Pengharum Bangsa, tetapi  oleh Saptohoedojo kemudian diganti menjadi Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto.

Pintu masuk makam berbentuk lengkungan menyerupai pelangi, melambangkan  tujuh warna (mijikuhibiniu), menciptakan keindahan. Sekaligus menggambarkan bahwa Giri Sapto diperuntukan bagi berbagai seniman yang berprestasi, dikenal masyarakat luas, dan mendapat penghargaan dari pemerintah.

“Pak Sapto berpikir bahwa surga atau langit itu lapis tujuh, pelangi jumlah warnanya tujuh, dan Sapto juga bermakna tujuh, makanya dinamakan Giri Sapto, Makam Seniman dan Budayawan Pengharum Bangsa. Karena para budayawan dan senimanlah yang mengharumkan nama bangsa lewat karya-karya mereka,” jelas Yani, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Berbeda dengan situasi makam pada umumnya yang terkesan angker dan wingit, Giri Sapto terasa adem dengan seratus pohon langka (pemberian Dinas Perkebunan, Bogor), penataan makam yang estetik-terbagi dalam tujuh lantai.

Setiap lantai ditandai dengan gentong besar bertuliskan aksara Jawa, berisi falsafah hidup orang Jawa, Warga Berita lain sura diro jayaningrat lebur dening pangastuti (segala sifat murka atau keras hati hanya bisa dikalahkan oleh kebijaksanaan, kesabaran, dan kelembutan) dan jer basuki mawa beya (mengajarkan manusia untuk senantiasa bekerja keras dalam menggapai apa yang diinginkan).

Hingga kini sudah ada 65 seniman/budayawan yang dimakamkan. Pertama kali yang dimakamkan adalah mendiang Soedarmadji (pimpinan keroncong RRI Semarang) tahun 1990, disusul Kusbini, L. Manik, Handung Kussudyarsana, GM Sudarta, Ki Ledjar Subroto, Hasmi, Kirdjomulyo, Bondan Nusantara, Iman Budhi Santosa, dan lain-lainnya. Belakangan yang dimakamkan adalah Jemek Supardi dan Djoko Pekik.

Sebagai seorang isteri, Yani Saptohoedojo berharap agar Giri Sapto dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, baik sebagai tempat berkemah, mengenal budayawan/seniman dan karya-karya mereka, tempat penelitian tumbuh kembang pohon langka, dan sebagainya.

Guna menunjang itu, kemungkinan satu atau dua tahun ke depan akan dilakukan renovasi museum yang sudah ada, dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan DIY. Suhamdani

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Bawaslu DKI Berharap Mahasiswa Awasi Pemilu 2024

Peserta Pemilu Diminta Lakukan Hal Ini untuk Atasi Stres

Pengecekan distribusi logistik persiapan Pemilu 2024 di Boyolali

Pengecekan distribusi logistik persiapan Pemilu 2024 di Boyolali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Ini Sosok Terduga Pelaku yang Ancam Tembak Anies Baswedan – Warga Berita

Ini Sosok Terduga Pelaku yang Ancam Tembak Anies Baswedan – Warga Berita

13 Januari 2024
Bocoran jersey Barcelona musim 2025/2026, kombinasi klasik modern

Bocoran jersey Barcelona musim 2025/2026, kombinasi klasik modern

22 Mei 2025
Suara PSI Naik 102 Ribu dalam 30 Jam

Data Difabel dalam Pemilu 2024 Bermasalah

23 Maret 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In