SERANG,Warga Berita-Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Dalailul Khairat yang berada di Kampung Kamasan Kebagusan, Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Dari video amatir yang beredar di media sosial WhatsApp, terlihat kobaran api yang sangat besar melahap bangunan kobong atau kamar santri yang terbuat dari bambu. Asap hitam juga terlihat mengepul ke udara.
Terdengar suara kepanikan dari santri yang memerintahkan untuk menjauhkan kendaraan sepeda motor agar selamat dari kobaran api. Terlihat juga santri yang berlari untuk menyelamatkan diri.
Pada potongan video berikutnya terlihat jika bangunan sudah hampir rata dengan tanah. Santri dan warga bahu membahu berupaya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Mereka tak henti-henti menyiramkan air yang sungai yang tepat berada di belakang pondok pesantren.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Boyatno mengatakan, pihaknya mendapati laporan adanya kejadian kebakaran sekitar pukul 10.30 WIB.
Pihaknya kemudian langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam dan petugas Damkar untuk menjalankan api. Namun saat hendak tiba di lokasi, mobil terkendala dengan akses jalan yang sulit dilalui.
“Saat akan tiba di lokasi ternyata area tersebut tidak dapat dijangkau oleh mobil unit. Saat kita konfirmasi ke pengurus akhirnya kita putuskan untuk lakukan pemadaman secara manual,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 20 Mei 2024.
Ia menduga, jika kebakaran disebabkan akibat korsleting listrik. Bahkan, banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat melahap bangunan.
“Penyebab kebakaran di perkirakan dari aliran arus listrik, yang membakar bangunan yang terbuat dari papan dan bambu. Api berhasil dipadamkan oleh santri dan warga setempat,” katanya.
Akibat dari peristiwa kebakaran yang terjadi, ada sebanyak 12 kobong atau kamar santri yang terbakar. Selain itu, banyak juga barang-barang santri yang tidak terselamatkan, mulai dari laptop, handphon, pakaian hingga kitab.
“Kerugian diperkirakan kurang lebih mencapai Rp150 juta,” jelasnya.
Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan satu orang santri laki-laki mengalami luka bakar sehingga harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
“Korban luka bakar satu orang santri laki-laki. Saat ini di bawa ke Puskesmas Kramatwatu kemudian di Rujuk RSU Kurnia Desa Kramatwatu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi












