Keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses transisi pemerintahan pasca-Pemilu 2024 terus menjadi sorotan. Meskipun Pemilu telah usai, peran Jokowi masih terlihat signifikan, terutama dalam mendukung program-program pemerintahan mendatang dan pembentukan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi tetap aktif dalam memastikan keberlanjutan kebijakan dan stabilitas pemerintahan.
Keterlibatan Jokowi dalam Penyusunan Kabinet Prabowo
Berdasarkan laporan Majalah Tempo, Jokowi disebut-sebut telah merekomendasikan empat nama kepada Prabowo Subianto untuk menjadi menteri di kabinet pemerintahan baru. Dua di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Meskipun kedua nama tersebut tidak merespons konfirmasi dari Tempo, kabar ini menunjukkan bahwa Jokowi memiliki peran penting dalam memberikan masukan kepada Prabowo.
Selain itu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa Prabowo sedang berkomunikasi secara intens dengan Jokowi terkait rencana pemerintahan ke depan. Dasco menegaskan bahwa komunikasi antara Prabowo dan Jokowi berjalan lancar, terutama karena Prabowo saat ini masih menjadi bagian dari kabinet Jokowi.
Tidak Ada Tim Transisi, Pemerintahan Berkelanjutan
Tim Prabowo-Gibran menilai tidak perlu membentuk tim transisi pemerintahan karena pemerintahan baru akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan bersifat berkelanjutan, sehingga Jokowi akan mengawal langsung proses peralihan kekuasaan.
Dukungan dari Partai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga membenarkan keterlibatan Jokowi dalam penyusunan pemerintahan Prabowo. Airlangga menyatakan bahwa Jokowi akan memiliki peran signifikan dalam pemerintahan baru, meskipun ia tidak menjelaskan secara detail seperti apa bentuk peran tersebut. Airlangga menegaskan bahwa semua pihak harus menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlebih dahulu.
Tiga Alasan Keterlibatan Jokowi
Drajad Wibowo, anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, mengungkapkan tiga alasan utama mengapa Jokowi akan dilibatkan dalam pembentukan pemerintahan Prabowo-Gibran:
- Visi dan Misi Berkelanjutan: Visi dan misi Prabowo-Gibran dibangun di atas fondasi kebijakan dan capaian pemerintahan Jokowi, serta pemerintahan sebelumnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.
- Komitmen Melanjutkan Kebijakan Jokowi: Selama kampanye, Prabowo-Gibran selalu menekankan keinginan untuk melanjutkan, menyempurnakan, dan memperluas kebijakan Jokowi, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan program bantuan sosial (Bansos).
- Popularitas dan Pengaruh Jokowi: Approval rating Jokowi yang tinggi dianggap memiliki pengaruh besar terhadap kemenangan Prabowo-Gibran. Popularitas Jokowi dinilai sebagai faktor penting yang mendukung elektabilitas pasangan tersebut.











