SERANG, Warga Berita – Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan melakukan kampanye terbuka di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 30 Januari 2024.
Kampanye terbuka itu bertajuk ‘Temu Rakyat Pejuang Lingkungan Untuk Perubahan’. Berdasarkan pantauan, kampanye Anies itu dihadiri oleh ribuan warga Banten, mereka terlihat antusias menghadiri kampanye Anies.
Bahkan, mereka sudah menunggu Anies sejak siang hari. Anies sendiri baru tiba di Padarincang sekira pukul 17.18 WIB.
Ada acara itu, Anies memberikan sambutan dengan semangat perubahan. Ia mengatakan, perubahan sendiri membutuhkan suatu kekuatan yang bernama wewenang.
“Saya melihat kesempatan perubahan itu perlu wewenang,” ujar Anies.
Ia pun bercerita soal Hotel Alexsis di Jakarta yang disebut sebagai sarang kemaksiatan. Hotel itu kerap mendapatkan protes di ulama dan masyarakat sekitar. Namun, protes itu tidaklah digubris. Hotel itu pun tetap beroperasi.
“Protes tidak bisa membuat hotel itu ditutup, karena dia punya ordal. Orang dalam, dia punya backingan,” ucapnya.
Tetapi, kondisi itu dapat berubah saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu. Anies mengaku menutup hotel itu dengan selembar kertas dan sebuah tanda tangan.
“Itu namanya wewenang, kalau punya wewenang tulis, maka jadi perubahan. Dan pada tanggal 14 Februari nanti warga diberikan kesempatan untuk memberikan wewenang itu kepada siapa,” pungkasnya.
Editor : Merwanda
SERANG, Warga Berita – Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan melakukan kampanye terbuka di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 30 Januari 2024.
Kampanye terbuka itu bertajuk ‘Temu Rakyat Pejuang Lingkungan Untuk Perubahan’. Berdasarkan pantauan, kampanye Anies itu dihadiri oleh ribuan warga Banten, mereka terlihat antusias menghadiri kampanye Anies.
Bahkan, mereka sudah menunggu Anies sejak siang hari. Anies sendiri baru tiba di Padarincang sekira pukul 17.18 WIB.
Ada acara itu, Anies memberikan sambutan dengan semangat perubahan. Ia mengatakan, perubahan sendiri membutuhkan suatu kekuatan yang bernama wewenang.
“Saya melihat kesempatan perubahan itu perlu wewenang,” ujar Anies.
Ia pun bercerita soal Hotel Alexsis di Jakarta yang disebut sebagai sarang kemaksiatan. Hotel itu kerap mendapatkan protes di ulama dan masyarakat sekitar. Namun, protes itu tidaklah digubris. Hotel itu pun tetap beroperasi.
“Protes tidak bisa membuat hotel itu ditutup, karena dia punya ordal. Orang dalam, dia punya backingan,” ucapnya.
Tetapi, kondisi itu dapat berubah saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu. Anies mengaku menutup hotel itu dengan selembar kertas dan sebuah tanda tangan.
“Itu namanya wewenang, kalau punya wewenang tulis, maka jadi perubahan. Dan pada tanggal 14 Februari nanti warga diberikan kesempatan untuk memberikan wewenang itu kepada siapa,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











