SOAL DEMOKRASI. Bambang Eko Purnomo dalam kegiatan sosialisasi ‘Penguatan Demokrasi Daerah’ di Ballroom Hotel Mexolie Kabupaten Kebumen, Kamis (7/12/2023). (foto teguh prasetyo)
KEBUMEN – Demokrasi pendidikan merupakan suatu sistem yang mengutamakan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam pendidikan. Peranan pendidikan dalam kehidupan bernegara akan banyak memberikan dimensi pembangunan karakter bangsa (nations character building).
Demikian disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo dalam kegiatan sosialisasi ‘Penguatan Demokrasi Daerah’ di Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, Kamis (7/12/2023). Gelaran kegiatan itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Mexolie.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan pendidikan senantiasa melahirkan tata nilai kehidupan masyarakat dalam sistem kenegaraan yang dianut suatu pemerintahan. Sehingga, demokrasi pendidikan bukan hanya sekedar prosedur tapi juga nilai-nilai pengakuan dalam kehormatan dan martabat manusia.
“Dalam hal ini, melalui upaya demokrasi pendidikan, diharapkan mampu mendorong munculnya individu yang kreatif, kritis, dan produktif tanpa harus mengorbankan martabat dan dirinya,” jelasnya.

Dikatakannya pula, demokrasi pendidikan diartikan sebagai hak setiap warga negara atas kesempatan yang seluas–luasnya untuk menikmati pendidikan. Hal itu sesuai dengan bunyi pernyataan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat 1.
“Isinya, pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asai manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa,” paparnya.

Ia menambahkan tidak hanya pemerintah yang memikirkan konsep dan sistem pendidikan yang ideal tapi hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci bangsa untuk eksis dan bersaing di masa depan.
“Seperti pengalaman negara barat yang bermasyarakat dengan tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi yang tinggi sehingga mampu membawa bangsanya pada kedudukan yang tinggi pula pada percaturan internasional. Kedaulatan dan keunggulan yang kompetitif di masa depan bukan milik suatu bangsa atau negara, melainkan adalah hak semua bangsa di dunia,” tandasnya. (ariel/priyanto)
SOAL DEMOKRASI. Bambang Eko Purnomo dalam kegiatan sosialisasi ‘Penguatan Demokrasi Daerah’ di Ballroom Hotel Mexolie Kabupaten Kebumen, Kamis (7/12/2023). (foto teguh prasetyo)
KEBUMEN – Demokrasi pendidikan merupakan suatu sistem yang mengutamakan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam pendidikan. Peranan pendidikan dalam kehidupan bernegara akan banyak memberikan dimensi pembangunan karakter bangsa (nations character building).
Demikian disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo dalam kegiatan sosialisasi ‘Penguatan Demokrasi Daerah’ di Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, Kamis (7/12/2023). Gelaran kegiatan itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Mexolie.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan pendidikan senantiasa melahirkan tata nilai kehidupan masyarakat dalam sistem kenegaraan yang dianut suatu pemerintahan. Sehingga, demokrasi pendidikan bukan hanya sekedar prosedur tapi juga nilai-nilai pengakuan dalam kehormatan dan martabat manusia.
“Dalam hal ini, melalui upaya demokrasi pendidikan, diharapkan mampu mendorong munculnya individu yang kreatif, kritis, dan produktif tanpa harus mengorbankan martabat dan dirinya,” jelasnya.

Dikatakannya pula, demokrasi pendidikan diartikan sebagai hak setiap warga negara atas kesempatan yang seluas–luasnya untuk menikmati pendidikan. Hal itu sesuai dengan bunyi pernyataan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat 1.
“Isinya, pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asai manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa,” paparnya.

Ia menambahkan tidak hanya pemerintah yang memikirkan konsep dan sistem pendidikan yang ideal tapi hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci bangsa untuk eksis dan bersaing di masa depan.
“Seperti pengalaman negara barat yang bermasyarakat dengan tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi yang tinggi sehingga mampu membawa bangsanya pada kedudukan yang tinggi pula pada percaturan internasional. Kedaulatan dan keunggulan yang kompetitif di masa depan bukan milik suatu bangsa atau negara, melainkan adalah hak semua bangsa di dunia,” tandasnya. (ariel/priyanto)











