WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Bola

Perjalanan karier Ange Postecoglou, pelatih visioner Tottenham Hotspur

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
22 Mei 2025
Reading Time: 3 mins read
0
Perjalanan karier Ange Postecoglou, pelatih visioner Tottenham Hotspur

Jakarta (WB) – Nama Ange Postecoglou kini tengah menjadi sorotan dunia sepak bola usai sukses mengantar Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa 2024/25. Kemenangan 1-0 atas Manchester United pada partai final di Stadion San Mames, Bilbao, Kamis (22/5) dini hari WIB menjadi titik balik klub asal London Utara itu setelah 17 tahun tanpa gelar.

Gol semata wayang Brennan Johnson di babak pertama mengukir sejarah baru bagi The Lilywhites. Gelar ini menjadi trofi Eropa pertama klub tersebut sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1983/84. Di balik kesuksesan itu, sosok pelatih asal Australia, Ange Postecoglou, menjadi tokoh kunci.

Dari Yunani ke Australia

Angelos “Ange” Postecoglou lahir di Nea Filadelfia, Athena, Yunani, pada 27 Agustus 1965. Pada usia lima tahun, keluarganya pindah ke Australia, tempat di mana karier sepak bolanya mulai berkembang. Sebagai pemain, Postecoglou berposisi sebagai bek tengah dan pernah memperkuat klub-klub lokal seperti South Melbourne dan Western Suburbs.

Meski tidak menonjol sebagai pemain, ia mencatatkan empat caps bersama tim nasional Australia WB tahun 1986 hingga 1988.

Baca juga: Postecoglou ingin teruskan proyek Tottenham meski masa depan tak pasti

Perjalanan melatih dari Australia ke Eropa

Setelah gantung sepatu, Postecoglou memulai karier kepelatihannya di South Melbourne dan langsung mencatatkan prestasi. Ia membawa klub tersebut menjuarai kompetisi domestik Australia dua musim berturut-turut (1997/98 dan 1998/99), serta meraih gelar juara Oceania Club Championship 1999.

Kariernya kemudian berlanjut dengan melatih tim nasional Australia kelompok usia (U-17 dan U-20), sebelum sempat menangani klub Yunani, Panachaiki. Ia kembali ke negaranya untuk memimpin Brisbane Roar, yang berhasil dibawanya menjadi juara A-League dua kali pada musim 2010/11 dan 2011/12.

Tahun 2013, Postecoglou dipercaya menangani tim nasional Australia. Puncak prestasinya sebagai pelatih The Socceroos datang pada tahun 2015 saat membawa Australia menjuarai Piala Asia AFC, setelah mengalahkan Korea Selatan di partai final. Gelar tersebut merupakan yang pertama bagi Australia sejak bergabung ke konfederasi Asia pada 2007.

Setelah sukses di level timnas, Postecoglou melatih Yokohama F. Marinos di Jepang dan mempersembahkan gelar J1 League pada musim 2019. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di Eropa bersama Celtic FC di Skotlandia. Bersama Celtic, ia meraih dua gelar Liga Skotlandia (2021–2023), satu Piala Skotlandia (2022/23), dan dua Piala Liga Skotlandia (2021–2023).

Baca juga: Tottenham juara Liga Eropa 2025, berikut koleksi gelarnya hingga kini

Pada pertengahan 2023, Postecoglou ditunjuk sebagai manajer Tottenham Hotspur menggantikan Antonio Conte. Penunjukan ini sempat memunculkan keraguan, mengingat rekam jejak Postecoglou yang belum pernah melatih di Premier League.

Namun, pendekatan permainan menyerang dan keberaniannya membangun tim dengan skuad muda mulai menunjukkan hasil. Gelar Liga Europa 2024/25 menjadi bukti nyata dari pendekatan jangka panjang yang mulai membuahkan hasil, meski Spurs finis di posisi ke-17 di klasemen akhir Liga Inggris dan nyaris terdegradasi.

“Orang-orang bisa membicarakan soal 20 kekalahan kami di liga, tapi mereka melewatkan inti dari apa yang sedang saya bangun di sini,” tegas Postecoglou, dikutip dari TNT Sports.

Masa depan yang belum pasti

Meski berhasil mempersembahkan trofi Eropa, masa depan pelatih berusia 59 tahun tersebut di Spurs masih belum pasti. Ia mengaku ingin terus membangun proyek jangka panjang di klub, namun keputusan tetap berada di tangan manajemen.

“Saya bukan orang yang santai soal masa depan, tapi saya akan kecewa jika tidak bisa melanjutkan jalur ini,” ujar Postecoglou.

Dengan keberhasilan meraih tiket ke Liga Champions musim depan, peluang bagi Tottenham untuk bangkit di level domestik dan Eropa masih terbuka lebar. Keberadaan Postecoglou yang dikenal sebagai pelatih visioner bisa menjadi fondasi kuat bagi Spurs dalam membangun budaya kemenangan yang selama ini dirindukan oleh para penggemarnya.

Baca juga: Kekalahan dalam final Liga Europa sangat menyakitkan MU

Baca juga: Son Heung-min akhiri penantian trofi bersama Tottenham Hotspur

Pewarta: Joni Subroto
Editor: Basuki
Copyright © WB 2025

RELATED POSTS

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025

Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid

Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025

Jakarta (WB) – Nama Ange Postecoglou kini tengah menjadi sorotan dunia sepak bola usai sukses mengantar Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa 2024/25. Kemenangan 1-0 atas Manchester United pada partai final di Stadion San Mames, Bilbao, Kamis (22/5) dini hari WIB menjadi titik balik klub asal London Utara itu setelah 17 tahun tanpa gelar.

Gol semata wayang Brennan Johnson di babak pertama mengukir sejarah baru bagi The Lilywhites. Gelar ini menjadi trofi Eropa pertama klub tersebut sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1983/84. Di balik kesuksesan itu, sosok pelatih asal Australia, Ange Postecoglou, menjadi tokoh kunci.

Dari Yunani ke Australia

Angelos “Ange” Postecoglou lahir di Nea Filadelfia, Athena, Yunani, pada 27 Agustus 1965. Pada usia lima tahun, keluarganya pindah ke Australia, tempat di mana karier sepak bolanya mulai berkembang. Sebagai pemain, Postecoglou berposisi sebagai bek tengah dan pernah memperkuat klub-klub lokal seperti South Melbourne dan Western Suburbs.

Meski tidak menonjol sebagai pemain, ia mencatatkan empat caps bersama tim nasional Australia WB tahun 1986 hingga 1988.

Baca juga: Postecoglou ingin teruskan proyek Tottenham meski masa depan tak pasti

Perjalanan melatih dari Australia ke Eropa

Setelah gantung sepatu, Postecoglou memulai karier kepelatihannya di South Melbourne dan langsung mencatatkan prestasi. Ia membawa klub tersebut menjuarai kompetisi domestik Australia dua musim berturut-turut (1997/98 dan 1998/99), serta meraih gelar juara Oceania Club Championship 1999.

Kariernya kemudian berlanjut dengan melatih tim nasional Australia kelompok usia (U-17 dan U-20), sebelum sempat menangani klub Yunani, Panachaiki. Ia kembali ke negaranya untuk memimpin Brisbane Roar, yang berhasil dibawanya menjadi juara A-League dua kali pada musim 2010/11 dan 2011/12.

Tahun 2013, Postecoglou dipercaya menangani tim nasional Australia. Puncak prestasinya sebagai pelatih The Socceroos datang pada tahun 2015 saat membawa Australia menjuarai Piala Asia AFC, setelah mengalahkan Korea Selatan di partai final. Gelar tersebut merupakan yang pertama bagi Australia sejak bergabung ke konfederasi Asia pada 2007.

Setelah sukses di level timnas, Postecoglou melatih Yokohama F. Marinos di Jepang dan mempersembahkan gelar J1 League pada musim 2019. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di Eropa bersama Celtic FC di Skotlandia. Bersama Celtic, ia meraih dua gelar Liga Skotlandia (2021–2023), satu Piala Skotlandia (2022/23), dan dua Piala Liga Skotlandia (2021–2023).

Baca juga: Tottenham juara Liga Eropa 2025, berikut koleksi gelarnya hingga kini

Pada pertengahan 2023, Postecoglou ditunjuk sebagai manajer Tottenham Hotspur menggantikan Antonio Conte. Penunjukan ini sempat memunculkan keraguan, mengingat rekam jejak Postecoglou yang belum pernah melatih di Premier League.

Namun, pendekatan permainan menyerang dan keberaniannya membangun tim dengan skuad muda mulai menunjukkan hasil. Gelar Liga Europa 2024/25 menjadi bukti nyata dari pendekatan jangka panjang yang mulai membuahkan hasil, meski Spurs finis di posisi ke-17 di klasemen akhir Liga Inggris dan nyaris terdegradasi.

“Orang-orang bisa membicarakan soal 20 kekalahan kami di liga, tapi mereka melewatkan inti dari apa yang sedang saya bangun di sini,” tegas Postecoglou, dikutip dari TNT Sports.

Masa depan yang belum pasti

Meski berhasil mempersembahkan trofi Eropa, masa depan pelatih berusia 59 tahun tersebut di Spurs masih belum pasti. Ia mengaku ingin terus membangun proyek jangka panjang di klub, namun keputusan tetap berada di tangan manajemen.

“Saya bukan orang yang santai soal masa depan, tapi saya akan kecewa jika tidak bisa melanjutkan jalur ini,” ujar Postecoglou.

Dengan keberhasilan meraih tiket ke Liga Champions musim depan, peluang bagi Tottenham untuk bangkit di level domestik dan Eropa masih terbuka lebar. Keberadaan Postecoglou yang dikenal sebagai pelatih visioner bisa menjadi fondasi kuat bagi Spurs dalam membangun budaya kemenangan yang selama ini dirindukan oleh para penggemarnya.

Baca juga: Kekalahan dalam final Liga Europa sangat menyakitkan MU

Baca juga: Son Heung-min akhiri penantian trofi bersama Tottenham Hotspur

Pewarta: Joni Subroto
Editor: Basuki
Copyright © WB 2025

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025
Bola

6 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berstatus free agent 2025

22 Juni 2025
Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid
Bola

Profil Ante Budimir, yang dirumorkan jadi striker baru Real Madrid

19 Juni 2025
Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025
Bola

Profil Auckland City FC: Klub amatir di Piala Dunia Antarklub 2025

18 Juni 2025
27 fakta unik tentang Piala Dunia Antarklub 2025
Bola

27 fakta unik tentang Piala Dunia Antarklub 2025

17 Juni 2025
Jadwal lengkap FIFA Club World Cup 2025: Grup, fase, & siaran langsung
Bola

Jadwal lengkap FIFA Club World Cup 2025: Grup, fase, & siaran langsung

15 Juni 2025
Rumor transfer Persija Jakarta untuk Liga 1 musim 2025/2026
Bola

Rumor transfer Persija Jakarta untuk Liga 1 musim 2025/2026

15 Juni 2025
Next Post
Desain jersey Liverpool 2025/2026 oleh Adidas: Strawberry red & retro

Desain jersey Liverpool 2025/2026 oleh Adidas: Strawberry red & retro

Bocoran jersey Barcelona musim 2025/2026, kombinasi klasik modern

Bocoran jersey Barcelona musim 2025/2026, kombinasi klasik modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Dpp Golkar

DPP Golkar batalkan Rekom Arifin Noor – Akbari dan Berikan SK Rekom baru Pada Yuni-Rian di Pilkada Banjarmasin

16 Agustus 2024
1700317352 Maxresdefault.jpg

Lirik Lagu Aziz Hedra – Issa Goodbye (Official Lyric Video)

18 November 2023
Budiman Klaim Pengalaman Gibran Jadi Wali Kota Solo Sangat Bantu Hadapi Debat Pilpres

Cabut dari PDIP, Budiman Harap Maruarar Sirait Dukung Prabowo-Gibran

16 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In