Pemkot Semarang, menginstruksikan jajaran lurah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor selama masa libur Lebaran 2025. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, pada Jumat (23/2/2024), menyusul masih turunnya hujan yang berpotensi memicu bencana alam.
Pelajaran dari Bencana Longsor di Karanganyar Gunung
Iswar menekankan bahwa bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, pada Kamis (20/3), harus menjadi pelajaran berharga bagi para camat, lurah, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait.
“Bencana longsor di Jalan Jangli Raya, Karanganyar Gunung, membuat jalan kampung tersebut tidak bisa dilalui lagi. Dampaknya juga membuat kondisi rumah warga sekitarnya sangat berbahaya, sehingga 16 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelas Iswar.
Ia meminta para lurah untuk meningkatkan kepekaan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana. “Ini sering saya katakan ke lurah, kepekaannya tolong ditingkatkan, termasuk Disperkim. Begitu ada laporan, jangan main-main dengan rekahan tanah. Kami tidak ingin ada korban, segera antisipasi,” tegasnya.
Pemetaan Wilayah Rawan Bencana
Iswar meminta para lurah untuk melakukan pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana tanah longsor dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Lurah-lurah tolong selama satu minggu ini turun ke lapangan, petakan wilayah, pastikan tidak ada rekahan di wilayah panjenangan. Antisipasi segera,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan kejadian di Karanganyar Gunung, di mana rekahan tanah sudah terlihat satu minggu sebelum longsor terjadi. “Foto sebelum terjadi longsor sudah saya lihat, ternyata kurang antisipasinya. Kepekaan kawan-kawan lurah, termasuk dinas, harus ditingkatkan. Rumah-rumah di tebing pastikan tidak ada rekahan. Kalau ada rekahan, segera ditutup. Sebab jika kena hujan, air meresap ke dalam, tanahnya gembur, enggak lama pasti akan terjadi longsor,” tambahnya.
Perhatian pada Saluran Air
Selain pemetaan wilayah, Iswar juga meminta para lurah untuk memperhatikan kondisi saluran air di wilayah tebing. “Pastikan air yang ada tidak masuk ke tanah, terutama yang di tebing. Pastikan air terbuang di saluran kota dengan baik,” ujarnya.
Air yang meresap ke dalam tanah dapat memicu longsor atau amblesnya tanah. Oleh karena itu, pemeliharaan saluran air menjadi kunci penting dalam mencegah bencana.
Persiapan Menyambut Libur Lebaran 2025
Dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Rakor Forkopimda Kota Semarang, Iswar juga membahas berbagai persiapan menyambut libur Lebaran 2025. Beberapa hal yang dibahas antara lain:
- Ketersediaan Pangan: Stok pangan di Kota Semarang dinilai cukup untuk tujuh bulan ke depan.
- Pengendalian Harga: Inflasi di Kota Semarang stabil, sehingga harga barang kebutuhan pokok terkendali.
- Stok dan Distribusi BBM dan Gas: Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas terjamin.
- Pembentukan Pospam dan Pos Pelayanan Terpadu: Untuk memastikan pelayanan publik berjalan lancar selama libur Lebaran.
- Pelayanan Kesehatan dan Publik: Kesiapan pelayanan kesehatan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.
- Pengendalian Sampah: Menjaga kebersihan lingkungan selama masa liburan.
Iswar menegaskan bahwa Pemkot Semarang bersama lembaga vertikal telah siap menyambut arus mudik Lebaran 2025. “Kesiapan Pemkot Semarang bersama lembaga vertikal, semua dalam kondisi siap dan aman. Apalagi ketersediaan pangan kita sudah oke, bahkan untuk tujuh bulan ke depan masih cukup. Inflasi kita juga stabil. Kita siap menyambut arus mudik Lebaran 2025,” pungkasnya.











