Menteri Wihaji, selaku Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, menekankan pentingnya membangun karakter anak dengan cara aktif mengajak mereka ngobrol dan membatasi penggunaan gawai. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat (23/2/2024).
Menteri Wihaji: Masa Depan Anak Ditentukan dari Komunikasi Keluarga
Menteri Wihaji menjelaskan bahwa masa depan bangsa perlu ditata sejak dini, dan peran orang tua sangat krusial dalam hal ini. “Kalau anak tidak diajak ngobrol, diarahkan, dan tidak diberi penjelasan serta bimbingan, maka anak akan kehilangan arah. Padahal, anak-anak kita nantinya menjadi penentu masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan negeri erat kaitannya dengan pembangunan keluarga. Keluarga yang berkualitas, berketahanan, dan sejahtera merupakan fondasi penting untuk membangun bangsa dari unit terkecil. Menteri Wihaji menyatakan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu membangun karakter anak yang baik, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta mempererat hubungan keluarga.
“Komunikasi penting untuk membangun keluarga berkualitas demi menghasilkan generasi emas di masa depan. Penting bagi orang tua untuk memperbanyak waktu mengobrol bersama anak,” tegas Menteri Wihaji.
Menteri Wihaji Soroti Fenomena Anak Sibuk dengan Gawai
Menteri Wihaji menyoroti fenomena anak-anak yang lebih sering sibuk dengan gawai daripada berkomunikasi dengan orang tuanya. Ia mendukung langkah pembatasan penggunaan media sosial, seperti yang diterapkan di Australia.
“Obrolan yang berkualitas antara orang tua dan anak merupakan salah satu upaya untuk menata masa depan. Negara-negara maju yang ingin generasinya hebat pasti dibatasi. Contohnya di Australia, ada undang-undangnya, umur 16 tahun baru bisa menggunakan gawai,” tutur Menteri Wihaji.
Menteri Wihaji Apresiasi Forum Genre Indonesia
Menteri Wihaji juga mengapresiasi peran aktif Forum Genre Indonesia (FGI) dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia. FGI dinilai memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan keluarga Indonesia.
Ketua Umum FGI, I Putu Arya Aditia Utama, menekankan pentingnya kolaborasi antara anak muda dengan para pemangku kepentingan. “Genre Indonesia tidak bisa bergerak sendiri dalam menjawab persoalan remaja. Tersirat harapan bahwa ke depannya, Genre akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, swasta, maupun organisasi atau komunitas anak muda yang memiliki komitmen untuk memajukan bangsa,” ujarnya.
Inisiatif FGI Didukung Menteri Wihaji
FGI bersama Kemendukbangga/BKKBN dan Kitabisa menginisiasi acara silaturahmi dan buka bersama para tokoh agama dan komunitas pada Rabu (19/3). Acara ini meliputi tiga agenda utama:
- Edukasi Gizi: Memberikan pemahaman tentang gizi kepada santri dan masyarakat sekitar.
- Buka Puasa Bersama: Menyediakan makanan bergizi untuk berbuka puasa.
- Pembagian Sembako: Membagikan paket sembako kepada warga dhuafa.
Menteri Wihaji mendukung program ini, dengan harapan semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini juga memperkuat komitmen FGI dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya.












