Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang meluncurkan Program Transportasi Wisata Gratis di Terminal Tipe C Magersari, Selasa (7/5/2024), sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Program ini menyasar pelajar SD kelas 4 dan siswa difabel se-Kota Magelang, dengan menggabungkan edukasi sejarah dan lingkungan melalui rute terintegrasi.
Fokus pada Edukasi Sejak Dini
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar ajakan berwisata, tetapi langkah strategis membangun karakter generasi muda. “Kami prihatin saat mengetahui banyak anak SD bahkan belum pernah mengunjungi museum di kota sendiri. Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan warisan budaya dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya didampingi Wakil Wali Kota Sri Harso dan Sekda Hamzah Kholifi.
Rute dan Fasilitas
Program ini menggunakan 3 bus milik Pemkot Magelang dengan kapasitas 75 penumpang per kendaraan. Rute perjalanan terbagi dalam dua tema:
-
Magelang Bercerita: Mengunjungi Museum Akademi Militer (Akmil), Museum BPK RI, Museum Sudirman, dan Plengkung.
-
Magelang Berkelanjutan: Eksplorasi Kebun Bibit Senopati, Proklim Jambon Gesikan, serta edukasi lingkungan di Gunung Tidar.
Selain itu, pelajar diajak ke destinasi seperti IKM Centre, Kantor Pemadam Kebakaran, Alun-Alun Kota, dan Makam Van Der Steur.
Target 100 Hari Kerja dan Komitmen Inklusivitas
Kepala Disporapar Magelang, Sarwo Imam Santosa, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen 100 hari kerja Wali Kota Damar Prasetyono. “Kami menyasar 4.000 pelajar SD kelas 4 dan siswa difabel. Program akan berjalan hingga Desember 2025 dengan evaluasi berkala,” jelasnya.
Selain mendongkrak kunjungan wisata, program ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal tempat wisata, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Magelang,” tambah Damar.
Para kepala sekolah dan orang tua menyambut baik inisiatif ini. “Anak-anak antusias belajar sejarah langsung di lokasi. Proses pendaftaran juga mudah melalui koordinasi sekolah,” ujar salah satu guru SD di Magelang.












