Mohammad Saleh resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah periode 2025-2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI di Semarang, Sabtu (2025). Saleh, yang sebelumnya menjabat Bendahara DPD Golkar Jateng, menggantikan Panggah Susanto dan mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran partai, termasuk ormas pendiri, sayap partai, serta Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Dukungan Penuh dan Rencana Konsolidasi
Dalam sambutannya, Saleh menyampaikan rasa syukur atas mandat yang diterimanya. “Alhamdulillah, saya berkomitmen menjalankan amanah ini dengan mengutamakan kekompakan dan soliditas kader,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari 33 DPD II Golkar kabupaten/kota, ormas seperti Kosgoro 1957, serta kepercayaan Ketum Bahlil Lahadalia.
Setelah terpilih, langkah pertama Saleh adalah menyusun kepengurusan baru yang inklusif. “Kami akan akomodasi semua elemen, lalu konsolidasi ke daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan,” tegas Wakil Ketua DPRD Jateng ini.
Sebagai Ketua Kosgoro 1957 Jateng, Saleh menekankan pentingnya regenerasi partai. “Kepengurusan baru akan melibatkan lebih banyak pemuda. Semangat muda ini akan jadi napas segar bagi Golkar,” jelasnya. Ia berencana membuka ruang bagi kader milenial di struktur kepemimpinan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Visi Kesejahteraan Rakyat dan Program Nyata
Saleh menegaskan, Golkar Jateng akan fokus pada program yang berdampak langsung pada masyarakat. “Visi kami adalah meningkatkan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi merata, peningkatan kualitas hidup, dan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya. Beberapa agenda prioritas meliputi:
-
Pelatihan UMKM berbasis digital.
-
Bantuan sosial untuk masyarakat prasejahtera.
-
Advokasi kebijakan pro-rakyat di DPRD Jateng.
Dukungan dari Pusat
Bahlil Lahadalia, melalui pesan virtual, menyatakan optimisme atas kepemimpinan Saleh. “Saya yakin Golkar Jateng akan semakin solid dan berkontribusi besar bagi kemajuan daerah,” ujarnya.











