Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah, menggelar pelatihan pengelolaan sampah untuk para pelajar di Kampung Iklim RW 01 RW 18 Nambangan, Rejowinangun Utara. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang ini merupakan implementasi Program 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang dalam upaya mewujudkan kota yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiasi program tersebut. “Saya apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang luar biasa dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam mengedukasi para pelajar di Kota Magelang tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ungkapnya dalam siaran pers di Magelang, Sabtu.
Program “Pemuda Sekolah Sampah” Tanamkan Kesadaran Lingkungan sejak Dini
Pelatihan bertajuk “Pemuda Sekolah Sampah” ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menanamkan kesadaran dan membentuk perilaku positif sejak dini terhadap isu lingkungan yang sangat krusial.
“Program Sekolah Sampah ini bukan sekadar memberikan pengetahuan teoritis, namun juga menanamkan kesadaran dan membentuk perilaku positif sejak dini terhadap isu lingkungan yang sangat krusial,” tegas Sri Harso.
Melalui program ini, para pelajar diajak untuk memahami siklus sampah secara komprehensif, mempraktikkan pemilahan sampah dengan benar, serta mengubah paradigma dengan melihat sampah sebagai sumber daya yang berpotensi untuk diolah kembali menjadi barang bernilai.
“Saya sangat bangga melihat semangat kolaborasi ini dalam mewujudkan lingkungan Kota Magelang yang lebih bersih, sehat, dan lestari,” tambah Sri Harso.
Penerapan Prinsip 3R dan Penguatan Program Sekolah Adiwiyata
Kepala DLH Kota Magelang, Mahmud Yunus, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk menumbuhkan kesadaran serta mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya para pelajar, untuk peduli pada lingkungan.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu agar para pelajar dapat mengimplementasikan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal, serta memperkuat program Sekolah Adiwiyata di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Implementasi prinsip 3R yang diajarkan dalam pelatihan ini meliputi:
- Reduce (pengurangan): Mengurangi penggunaan barang-barang yang berpotensi menjadi sampah
- Reuse (penggunaan kembali): Menggunakan kembali barang yang masih layak pakai
- Recycle (daur ulang): Mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat
Melibatkan 48 Pelajar dari 24 SMP se-Kota Magelang
Kegiatan “Pemuda Sekolah Sampah” ini melibatkan para pelajar SMP se-Kota Magelang dengan jumlah peserta 48 orang yang terdiri dari masing-masing 2 pelajar perwakilan dari 24 sekolah. Lokasi kegiatan yang dipilih adalah Kampung Iklim RW 01 RW 18 Nambangan, Rejowinangun Utara, yang telah menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan di Kota Magelang.
Pemilihan pelajar SMP sebagai peserta pelatihan didasari pemikiran bahwa usia remaja merupakan masa ideal untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.
DLH Kota Magelang berharap program ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak lagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Dengan keterlibatan aktif para pelajar sebagai generasi penerus, diharapkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dapat terus ditingkatkan dan menjadi budaya di Kota Magelang.












