LEBAK, Warga Berita – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak pada tahun 2024 akan mengucurkan anggaran penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Derah (APBD) tahun 2024 kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lebak Sejahtera atau bank Lebak.
“Ya, pada APBD 2024 Pemkab Lebak dialokasikan penyertaan modal ke BPR Lebak Sejahteta sebesar Rp 2 miliar,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan kepada Radar Banten, Rabu 29 November 2023.
Menurut mantan Inspektur Inspektorat Lebak ini, masalah kecukupan permodalan bagi entitas bisnis seperti perbankan, apalagi bagi BPR yang melayani rakyat kecil, modal yang besar sangat penting dan strategis.
“Diharapkan, dengan modal yang kuat, tak terkecuali untuk BPR Lebak dapat lebih leluasa beroperasi dan menghasilkan deviden yang tinggi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). BPR Lebak sejahtera tahun ini memberikan kontribusi PAD berupa dividen sekira Rp 1,9 miliar dari hasil usaha mereka,” katanya.
Halson mengatakan, penyertaan modal untuk BPR Lebak sejahtera tersebut diperuntukan untuk pendampingan program Kementerian Pertanian yaitu The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland). Dimana, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang terpilih oleh Kabupaten Lebak untuk lokasi pelaksanaan kegiatan Upland Project pada lahan seluas kurang lebih 500 hektare dengan komoditas manggis.
Direktur Utama BPR Lebak Sejahtera Abdul Mukti mengatakan, injeksi modal ke LKM yang akan dialokasikan melalui APBD 2024 nantinya untuk penyertaan modal kegiatan Upland pada Dinas Pertanian.
“Iya, rencananya buat upland, teknisnya secara rinci belum, nanti kita mau nanya ke Dinas pertanian lebih jelasnya,” kata Mukti.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat mengatakan, tahun 2024 mendatang kelompok tani penerima program Upland di tiga kecamatan di Lebak dapat mengajukan kredit untuk penguatan modal ke BPR Lebak. Dimana, pada APBD Lebak BPR Lebak mendapat penyertaan modal dari Pemda Lebak.
“Insya allah dapat membantu petani dalam mengembangkan usahanya,” kata Rahmat.
Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap keberlangsungan pangan bagi masyarakat. Terlebih di tengah dunia saat ini sedang dilanda krisis pangan global.
Karenanya, Kementan terus melaksanakan berbagai program diantaranya The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland). Dimana, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk lokasi pelaksanaan kegiatan Upland Project pada lahan seluas kurang lebih 500 hektare dengan komoditas manggis.
Tiga Kecamatan di Lebak disiapkan untuk Uplan Manggis ini yaitu kecamatan Cibeber, Lebakgedong dan Cipanas.
Kata dia, Upland merupakan program yang sangat memotivasi untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Di Lebak selama ini ada beberapa Kecamatan yang memang penghasil manggis.
“Apalagi, Kabupaten Lebak merupakan daerah penyangga ibu kota juga daerah konservasi dan berbasis pertanian,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Abdul Rozak
LEBAK, Warga Berita – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak pada tahun 2024 akan mengucurkan anggaran penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Derah (APBD) tahun 2024 kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lebak Sejahtera atau bank Lebak.
“Ya, pada APBD 2024 Pemkab Lebak dialokasikan penyertaan modal ke BPR Lebak Sejahteta sebesar Rp 2 miliar,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan kepada Radar Banten, Rabu 29 November 2023.
Menurut mantan Inspektur Inspektorat Lebak ini, masalah kecukupan permodalan bagi entitas bisnis seperti perbankan, apalagi bagi BPR yang melayani rakyat kecil, modal yang besar sangat penting dan strategis.
“Diharapkan, dengan modal yang kuat, tak terkecuali untuk BPR Lebak dapat lebih leluasa beroperasi dan menghasilkan deviden yang tinggi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). BPR Lebak sejahtera tahun ini memberikan kontribusi PAD berupa dividen sekira Rp 1,9 miliar dari hasil usaha mereka,” katanya.
Halson mengatakan, penyertaan modal untuk BPR Lebak sejahtera tersebut diperuntukan untuk pendampingan program Kementerian Pertanian yaitu The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland). Dimana, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang terpilih oleh Kabupaten Lebak untuk lokasi pelaksanaan kegiatan Upland Project pada lahan seluas kurang lebih 500 hektare dengan komoditas manggis.
Direktur Utama BPR Lebak Sejahtera Abdul Mukti mengatakan, injeksi modal ke LKM yang akan dialokasikan melalui APBD 2024 nantinya untuk penyertaan modal kegiatan Upland pada Dinas Pertanian.
“Iya, rencananya buat upland, teknisnya secara rinci belum, nanti kita mau nanya ke Dinas pertanian lebih jelasnya,” kata Mukti.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat mengatakan, tahun 2024 mendatang kelompok tani penerima program Upland di tiga kecamatan di Lebak dapat mengajukan kredit untuk penguatan modal ke BPR Lebak. Dimana, pada APBD Lebak BPR Lebak mendapat penyertaan modal dari Pemda Lebak.
“Insya allah dapat membantu petani dalam mengembangkan usahanya,” kata Rahmat.
Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap keberlangsungan pangan bagi masyarakat. Terlebih di tengah dunia saat ini sedang dilanda krisis pangan global.
Karenanya, Kementan terus melaksanakan berbagai program diantaranya The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland). Dimana, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk lokasi pelaksanaan kegiatan Upland Project pada lahan seluas kurang lebih 500 hektare dengan komoditas manggis.
Tiga Kecamatan di Lebak disiapkan untuk Uplan Manggis ini yaitu kecamatan Cibeber, Lebakgedong dan Cipanas.
Kata dia, Upland merupakan program yang sangat memotivasi untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Di Lebak selama ini ada beberapa Kecamatan yang memang penghasil manggis.
“Apalagi, Kabupaten Lebak merupakan daerah penyangga ibu kota juga daerah konservasi dan berbasis pertanian,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Abdul Rozak












