Pemerintah pusat mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan rob yang melanda pesisir Jawa Tengah dengan menyiapkan pembangunan tanggul laut sepanjang 20 kilometer. Proyek ambisius ini diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi masyarakat pesisir yang selama ini terdampak banjir rob.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan tanggul laut sepanjang 20 kilometer untuk menanggulangi rob di pesisir Jawa Tengah, termasuk di Sayung, Kabupaten Demak.
Komitmen serius pemerintah terhadap penanganan rob ini telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional. “Pak Prabowo menyampaikan di forum Internasional Conference Indonesia. Hari Kamis lalu disampaikan akan dibentuk Badan Otorita khusus untuk menangani tanggul sepanjang Pantura Jawa,” katanya, di Demak, Minggu.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Dody saat mengikuti istigosah kemanusiaan menyikapi rob di Sayung yang digelar oleh PCNU Kabupaten Demak, dan diikuti ribuan orang. Menurut dia, badan otoritas khusus juga sedang disiapkan pemerintah untuk mengatasi rob yang menjadi permasalahan bagi masyarakat di pesisir Jawa.
Permasalahan rob tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi telah menjadi isu regional yang memerlukan penanganan komprehensif. Ia menyebutkan ada beberapa daerah di Jateng yang terdampak rob, seperti Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Demak, dan Jepara.
“Kalau bicara rob, tidak hanya bicara Jakarta yang memang ada penurunan tanah, tidak hanya bicara Semarang, Pekalongan, Jawa Tengah, Jepara. Ada penurunan tanah sepanjang Pantura Jawa,” katanya.
Fenomena penurunan tanah atau land subsidence ini menjadi salah satu faktor utama yang memperparah dampak rob di wilayah pesisir utara Jawa, sehingga memerlukan solusi infrastruktur yang masif.
Rencana pembangunan tanggul laut di Jawa Tengah merupakan bagian dari visi besar pemerintahan Prabowo untuk mengatasi permasalahan rob secara nasional. Rencana tanggul laut, kata dia, sudah menjadi perhatian sejak sebelum Prabowo terpilih sebagai Presiden, dan salah satu prioritas awal pemerintahan adalah proyek tanggul laut raksasa yang mencakup Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Proyek mega ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan rob yang tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal, tetapi juga pada perekonomian nasional mengingat wilayah pesisir utara Jawa merupakan koridor ekonomi penting.
Mengingat besarnya skala proyek, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan pembangunan tanggul laut. Diakuinya, proyek tanggul laut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk investor asing untuk mendukung pendanaan dan teknologi.
“Kita harus akui APBN juga sangat-sangat terbatas, karenanya tidak hanya kita perlu ‘partner’ dari sisi pendanaan tapi juga dari sisi teknologi. Karena negara-negara besar, seperti China atau Belanda itu semua menawarkan modal dan teknologi,” katanya.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen memberikan konfirmasi resmi terkait rencana perluasan proyek tanggul laut di wilayahnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen membenarkan adanya rencana memperpanjang tanggul laut di pesisir Jateng dari semula 10 km menjadi 20 km.
Angka itu, kata dia, di luar “giant sea wall” sepanjang 6,7 km yang sudah terintegrasi dengan Tol Semarang-Demak Seksi I (Kaligawe-Sayung Demak). “Penambahan tanggul laut 20 km, dari Demak hingga Jepara. Kami rapat juga dengan sivitas akademisi untuk memaparkan permasalahan banjir dan rob ini,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.












