Pada Pilkada Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada Oktober mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah membuka peluang untuk berkolaborasi dan berkoalisi dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024 – 2029.
Hal ini disampaikan oleh jajaran pengurus wilayah kedua partai usai mengadakan pertemuan di Dewan Pengurus Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Senin, 15 Juli 2024. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan membahas kemungkinan kerja sama dalam kontestasi politik mendatang.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Muhammad Afif, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dari jajaran pengurus wilayah PKB Jawa Tengah. Pertemuan ini diharapkan membawa keberkahan bagi kedua belah pihak dan membuka peluang untuk kerja sama yang lebih erat di masa depan.
“PKS adalah partai yang terbuka, termasuk dengan PKB. Kita berharap silaturahmi ini membawa keberkahan bagi semua pihak,” kata Afif.
Afif menjelaskan bahwa meskipun belum ada pembicaraan spesifik terkait Pilkada Jawa Tengah, kedua partai memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik.
“Kalau nanti ada pembicaraan terkait dengan pilkada, kita juga sama, akan mensinergikan tentang masalah visi, misi, sama-sama membangun Jawa Tengah lebih baik lagi,” jelas Afif.
Peluang Koalisi PKB dan PKS di Pilkada Jateng
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori, yang akrab disapa Gus Yusuf, menyebutkan bahwa peluang kolaborasi antara PKS dan PKB sangat mungkin terjadi.
“Pilgub sebelumnya dan Pilpres kemarin juga kita bisa berjuang bersama. Ini bukan hal yang aneh kok,” tegas Gus Yusuf.
Ia menambahkan bahwa stigma bahwa PKS dan PKB tidak bisa bersatu hanyalah anggapan dari orang-orang yang tidak menginginkan kolaborasi tersebut. Gus Yusuf menekankan bahwa PKS dan PKB memiliki banyak kesamaan yang bisa menjadi dasar kuat untuk kolaborasi.
“Kita Happy saja kok berkolaborasi bersama. Kalau ada yang bilang PKS dan PKB tidak bisa bersama itu hanya anggapan orang-orang yang tidak ingin PKS dan PKB bersatu. Kita punya banyak kesamaan,” pungkas Gus Yusuf.
Pernyataan ini menunjukkan optimisme dan kesiapan kedua partai untuk bersinergi dalam kontestasi Pilkada mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua partai juga menyampaikan harapan untuk rekonsiliasi yang baik ke depan, dengan memikirkan nasib bangsa lima tahun ke depan agar lebih baik lagi.
“Bangsa ini terlalu besar untuk kita urus sendirian. Oleh karena itu, mudah-mudahan jembatan komunikasi tidak terlalu menjadi masalah sehingga tidak memunculkan ‘Kita’ dan ‘Mereka’,” ucap Afif.
Harapan ini mencerminkan komitmen kedua partai untuk bekerja sama dalam membangun Jawa Tengah yang lebih baik dan inklusif.
Pertemuan antara pengurus PKS dan PKB Jawa Tengah membuka peluang kolaborasi yang menjanjikan dalam kontestasi Pilkada 2024. Dengan banyaknya kesamaan dan visi yang sama untuk membangun Jawa Tengah, kedua partai menunjukkan optimisme dan kesiapan untuk bekerja sama demi kepentingan masyarakat. Harapan untuk rekonsiliasi dan sinergi dalam visi dan misi pembangunan menunjukkan komitmen kuat untuk masa depan yang lebih baik.












