TANGSEL, Warga Berita – Pasca penyelenggaraan simulasi pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti percepatan waktu pencoblosan dan edukasi warna surat suara kepada pemilih.
Ketua KPU Kota Tangsel M. Taufiq MZ mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pada simulasi, untuk dapat mempercepat waktu pencoblosan, diperlukan kekompakan dan kerjasama yang solid diantara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Dari sisi kesiapan SDM, kekompakan, kepedulian dan masing-mading petugas KPPS harus berperan. Misalkan, TPS 1, 2 dan 3 yang didepan tupoksinya memanggil pemilih, memberikan surat suara, menandatangani lembar suara, tentu yang lain di TPS 4 dan 5 misalkan memastikan yang masuk sudah terdaftar DPT dan DPTB,” ujar Taufiq, Kamis 1 Februari 2024.
Taufiq mengatakan, satu TPS berisikan empat bilik suara, sehingga dalam upaya percepatan waktu pencoblosan, keempat bilik suara harus dimaksimalkan dapat terus diisi pemilih tanpa ada yang kosong terlalu lama.
“Petugas KPPS harus memastikan mengatur bahwa bilik suara itu empat-empatnya bisa terpenuhi, kalau ada satu yang sudah selesai bisa meminta petugas KPPS lainnya untuk segera memanggil urutan berikutnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Taufiq menambahkan, bagi petugas KPPS lainnya juga telah disiapkan tugas untuk mengarahkan pemilih.
Pada simulasi ditemukan masyarakat yang bingung saat membuka lembar suara dan ramainya warna pilihan dalam satu suara.
“Nanti ada petugas KPPS di bilik suara itu mengarahkan betul untuk jangan salah memasukan surat suara, sehingga cepat dan pemilih tidak bingung. Misalkan kotak yang berwarna kuning untuk DPR RI, kotak warna abu-abu untuk presiden, kotak berwarna merah untuk DPD, berwarna biru untuk DPRD Provinsi dan kuning untuk DPRD Kota/Kabupaten,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana
TANGSEL, Warga Berita – Pasca penyelenggaraan simulasi pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti percepatan waktu pencoblosan dan edukasi warna surat suara kepada pemilih.
Ketua KPU Kota Tangsel M. Taufiq MZ mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pada simulasi, untuk dapat mempercepat waktu pencoblosan, diperlukan kekompakan dan kerjasama yang solid diantara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Dari sisi kesiapan SDM, kekompakan, kepedulian dan masing-mading petugas KPPS harus berperan. Misalkan, TPS 1, 2 dan 3 yang didepan tupoksinya memanggil pemilih, memberikan surat suara, menandatangani lembar suara, tentu yang lain di TPS 4 dan 5 misalkan memastikan yang masuk sudah terdaftar DPT dan DPTB,” ujar Taufiq, Kamis 1 Februari 2024.
Taufiq mengatakan, satu TPS berisikan empat bilik suara, sehingga dalam upaya percepatan waktu pencoblosan, keempat bilik suara harus dimaksimalkan dapat terus diisi pemilih tanpa ada yang kosong terlalu lama.
“Petugas KPPS harus memastikan mengatur bahwa bilik suara itu empat-empatnya bisa terpenuhi, kalau ada satu yang sudah selesai bisa meminta petugas KPPS lainnya untuk segera memanggil urutan berikutnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Taufiq menambahkan, bagi petugas KPPS lainnya juga telah disiapkan tugas untuk mengarahkan pemilih.
Pada simulasi ditemukan masyarakat yang bingung saat membuka lembar suara dan ramainya warna pilihan dalam satu suara.
“Nanti ada petugas KPPS di bilik suara itu mengarahkan betul untuk jangan salah memasukan surat suara, sehingga cepat dan pemilih tidak bingung. Misalkan kotak yang berwarna kuning untuk DPR RI, kotak warna abu-abu untuk presiden, kotak berwarna merah untuk DPD, berwarna biru untuk DPRD Provinsi dan kuning untuk DPRD Kota/Kabupaten,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana












