TANGSEL, Warga Berita – Partai politik (parpol) di Kota Tangsel dinilai tidak punya nyali untuk melawan pasangan Benyamin-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel, November mendatang.
Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menyikapi kemungkinan Benyamin-Pilar melawan kotak kosong, karena belum adanya parpol mengusung tokohnya melawan Benyamin-Pilar.
Menurut Adib, pilkada di Tangsel akan sangat memprihatinkan jika yang maju hanya satu pasang calon dan itupun petahana.
“Jangan kaget jika warga Tangsel memaknai aktor-aktor politik di Tangsel itu banci-banci politik. Karena apa? Tidak punya nyali lawan petahana,” ujar Adib, Rabu 8 Mei 2024.
Adib mengatakan, tidak adanya nyali elit partai politik di Tangsel melawan petahana hanya membuat Pilkada Tangsel sarat politik transaksional dan politik dagang sapi. Petahana memiliki kekuatan untuk mengatur partai politik asalkan deal-deal politiknya jelas.
Adib melanjutkan, parpol di Tangsel dinilai telah gagal melakukan kaderisasi dan rekrutmen tokoh-tokoh yang memiliki potensi untuk membangun dan memakmurkan masyarakat Tangsel.
“Karena mereka telah terkungkung oleh sikap pragmatis. Makanya dibuka saja, proyek-proyek Pemkot Tangsel sebenarnya mereka diakomodir gak?,” jelasnya.
Adib mengatakan, tidak ada alasan parpol untuk tidak mengajukan kadernya atau tokoh eksternalnya di Pilkada Tangsel.
“Kalau ongkos politik mahal, gak usah jadi politisi seharusnya. Mereka harusnya punya jiwa inovasi, jiwa problem solver ke masyarakat Tangsel, tawari dong program ke masyarakat yang lebih baik dari sekarang, bagaimana mengatasi kemacetan, banjir, polusi, sampah, kan masih ada itu barang. Buat dong inovasi,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak












