Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan dalam acara Gathering Golf Turnamen HUT ke-62 Bank Jateng 2025 di Semarang, Sabtu (2025). Luthfi menyebut, sektor pariwisata tidak hanya mendongkrak ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang investasi dan sinergi bisnis.
Event Internasional dan Wisata Olahraga
Luthfi menyoroti dua event unggulan:
-
Karimunjawa International Skydiving Adventure (KISA): Diikuti peserta dari berbagai negara, menegaskan posisi Jateng di peta pariwisata global.
-
Gathering Golf Bank Jateng: Ajang “sportainment” yang diikuti 100+ peserta lintas profesi, termasuk pengusaha dan pelaku ekonomi.
“Event seperti KISA dan golf tournament tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga jadi ruang diskusi nonformal untuk membangun kolaborasi bisnis,” ujar Luthfi.
Strategi Pengembangan 1.000 Desa Wisata
Jateng mengoptimalkan 1.000 desa wisata dengan fokus pada kawasan aglomerasi seperti:
-
Borobudur (wisata budaya dan sejarah)
-
Kopeng (wisata alam pegunungan)
-
Rawa Pening (ekowisata dan perikanan)
“Pengembangan desa wisata diarahkan ke kawasan yang sudah memiliki daya tarik massal agar dampaknya lebih luas,” jelasnya.
Dukungan Infrastruktur dan Rute Udara Baru
Untuk memperlancar akses, Pemprov Jateng menggenjot:
-
Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang: Peningkatan kapasitas dan fasilitas.
-
Rute Baru Susi Air:
-
Bali–Yogyakarta–Karimunjawa
-
Karimunjawa–Semarang
-
Karimunjawa–Yogyakarta–Bali
-
“Rute ini akan mempermudah wisatawan domestik dan internasional menjelajahi Jateng,” tambah Luthfi.
Golf Tournament sebagai Jembatan Bisnis
Acara golf HUT Bank Jateng dihadiri pelaku usaha, perbankan, dan birokrat. “Olahraga ini tanpa batas usia dan profesi. Di sini, diskusi bisnis terjadi secara organik,” kata Luthfi. Ia berharap event serupa bisa memperkuat sinergi dunia usaha-perbankan.
Target Ke Depan
-
Meningkatkan kunjungan wisatawan asing melalui promosi event bertaraf global.
-
Memperluas kerja sama dengan maskapai untuk membuka rute penerbangan baru.
-
Mengintegrasikan desa wisata dengan platform digital untuk pemasaran efektif.












