WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Omah Petrok Jepara Kembangkan Tenun Ikat Berbahan Pewarna Alami

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
1 September 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Omah Petrok Jepara

Omah Petrok Jepara

Ahmad Karomi, pemilik Omah Petrok Jepara, berhasil menciptakan inovasi baru dalam industri tenun ikat dengan memanfaatkan pewarna alami. Pewarna tersebut diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungannya, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan nilai tambah bagi limbah lokal yang sebelumnya tidak terpakai.

Berfokus pada penggunaan limbah kulit kayu mauni, yang biasanya diabaikan dalam industri mebel di Jepara, sebagai salah satu sumber pewarna alami. Dari bahan-bahan alami ini, Omah Petrok mampu menghasilkan berbagai warna menarik, seperti cokelat dari kulit kayu mauni, merah bata, biru dari tumbuhan indigo vera, serta kuning dari daun ketapang dan daun mangga. Meskipun variasi warna yang dihasilkan masih terbatas, Karomi dan timnya memanfaatkan spektrum gelap dan terang untuk menciptakan variasi dalam produk tenun ikat mereka.

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

“Variasi warna memang terbatas. Tapi kami bermain di spektrum gelap terangnya,” ujar Karomi dalam wawancara bersama Pro 3 RRI pada Sabtu, 31 Agustus 2024.

Sejak berdirinya Omah Petrok pada tahun 2017, Karomi telah konsisten dalam menggunakan pewarna alami untuk produksi kain tenun ikat. Meskipun pasar untuk produk dengan pewarna alami masih relatif kecil dan cenderung terbatas pada kalangan menengah ke atas, Karomi tetap berkomitmen terhadap pendekatan ramah lingkungan ini.

Produk-produk dari Omah Petrok, seperti selendang yang dibanderol mulai dari Rp350.000 hingga kain yang lebih besar dengan harga mencapai Rp1.000.000, memerlukan proses produksi yang rumit dan memakan waktu. Hal ini menjadikan produk mereka eksklusif dan bernilai tinggi.

“Harga produk kami memang cukup tinggi… Ini karena proses produksinya memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit,” jelas Karomi.

Melihat potensi besar dari tenun ikat berbahan pewarna alami, Omah Petrok berencana mengembangkan studio tenun yang berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan (R&D). Studio ini akan menjadi tempat untuk mengembangkan teknik-teknik baru dalam tenun, serta merangkul komunitas lokal untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan kerajinan tradisional ini.

“Kami bercita-cita menjadikan studio ini sebagai lembaga R&D kecil-kecilan untuk merangkul tenun sebagai kerajinan warga,” ungkap Karomi. Namun, ia juga menambahkan bahwa untuk merealisasikan rencana ini, mereka masih membutuhkan tambahan modal.

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
Batik Monokrom

Pesona Batik Monokrom Lasem Jawa Tengah di IAPF 2024

cat show

Dinas Peternakan dan Perikanan Adakan Boyolali Cat Show 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Kampanye Perdana, Prabowo Berkunjung ke Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya – Warga Berita

Kampanye Perdana, Prabowo Berkunjung ke Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya – Warga Berita

2 Desember 2023
Tak Kirim Karangan Bunga di HUT ke-51 PDIP, Jokowi Benar-benar Sudah Good Bye? » Warga Berita

Tak Kirim Karangan Bunga di HUT ke-51 PDIP, Jokowi Benar-benar Sudah Good Bye? » Warga Berita

10 Januari 2024
Polda DIY Kembangkan Kasus Gas Elpiji Oplosan, Jumlah Tersangka Bisa Bertambah » Warga Berita

Polda DIY Kembangkan Kasus Gas Elpiji Oplosan, Jumlah Tersangka Bisa Bertambah » Warga Berita

11 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In