LEBAK, Warga Berita – Dugaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk berkampanye di Pemilu 2024 masih ramai diperbincangkan. Caleg DPRD Kabupaten Lebak Dapil 1, Imam Septiana, yang diduga menggunakan bantaun PIP itu menyangkalnya.
Caleg dari Partai NasDem itu menyampaikan bahwa ia tidak memanfaatkan PIP sebagai alat kampanye.
Imam menjelaskan bahwa kali pertama dia membawa program PIP ke Lebak untuk membantu warga dan sebagai wujud kecintaan terhadap Kabupaten Lebak. Karena, PIP memberikan kebermanfaatan bagi warga.
“Sejujurnya, saya sudah bawa PIP sejak tiga tahun yang lalu. Jauh sebelum hingar bingar tahun politik. Jika dihitung, kurang lebih ada 8.000 orang siswa di Lebak telah menerima manfaat. Ini saya lakukan sebagai wujud kecintaan terhadap tanah kelahiran,” kata Imam kepada Warga Berita, Sabtu, 20 Januari 2024.
Terkait kampanye terselubung yang dialamatkan kepadanya, Imam berkilah, ia tidak mengajak warga untuk memilihnya. Bantuan tersebut, katanya, murni merupakan untuk warga Lebak yang membutuhkan.
“Tidak ada unsur kampanye berupa ajakan memilih. Tidak ditulis juga saya sebagai Caleg Dapil Lebak 1. Karena saya tahu ini program Pemerintah, saya hanya pembuka jalan saja. Dan, perlu dicatat, saya tidak pernah kumpulkan warga untuk bagikan PIP. Nawaitu saya untuk bantu,” terang putra kelahiran Lebak ini.
Kenapa begitu banyak PIP yang ia bawa? Imam menyampaikan, hal tersebut tak lepas dari posisinya sebagai tenaga ahli DPR RI. Sehingga, program tersebut disalurkan kepada warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah Lebak.
“Hasil riset saya dan teman-teman, PIP ini sangat bermanfaat bagi warga. Di saat mereka susah sekali mengakses dan karena keterbatasan kuota, saya bantu mempermudah prosesnya dan menambah lebih banyak kuota penerima,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam proses pencairan PIP, pihak sekolah harus membuat surat keterangan dan dibawa ke bank.
Dana PIP tidak akan dicairkan atau dibuatkan buku tabungan oleh bank jika yang datang bukan orang tua siswa.
“Mekanismenya sangat detail. Semua dikerjakan oleh pihak sekolah, orang tua siswa, dan bank. Saya tidak ikut cawe-cawe dalam proses pencairan. Saya jamin, tidak ada cashback untuk saya maupun tim,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono
LEBAK, Warga Berita – Dugaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk berkampanye di Pemilu 2024 masih ramai diperbincangkan. Caleg DPRD Kabupaten Lebak Dapil 1, Imam Septiana, yang diduga menggunakan bantaun PIP itu menyangkalnya.
Caleg dari Partai NasDem itu menyampaikan bahwa ia tidak memanfaatkan PIP sebagai alat kampanye.
Imam menjelaskan bahwa kali pertama dia membawa program PIP ke Lebak untuk membantu warga dan sebagai wujud kecintaan terhadap Kabupaten Lebak. Karena, PIP memberikan kebermanfaatan bagi warga.
“Sejujurnya, saya sudah bawa PIP sejak tiga tahun yang lalu. Jauh sebelum hingar bingar tahun politik. Jika dihitung, kurang lebih ada 8.000 orang siswa di Lebak telah menerima manfaat. Ini saya lakukan sebagai wujud kecintaan terhadap tanah kelahiran,” kata Imam kepada Warga Berita, Sabtu, 20 Januari 2024.
Terkait kampanye terselubung yang dialamatkan kepadanya, Imam berkilah, ia tidak mengajak warga untuk memilihnya. Bantuan tersebut, katanya, murni merupakan untuk warga Lebak yang membutuhkan.
“Tidak ada unsur kampanye berupa ajakan memilih. Tidak ditulis juga saya sebagai Caleg Dapil Lebak 1. Karena saya tahu ini program Pemerintah, saya hanya pembuka jalan saja. Dan, perlu dicatat, saya tidak pernah kumpulkan warga untuk bagikan PIP. Nawaitu saya untuk bantu,” terang putra kelahiran Lebak ini.
Kenapa begitu banyak PIP yang ia bawa? Imam menyampaikan, hal tersebut tak lepas dari posisinya sebagai tenaga ahli DPR RI. Sehingga, program tersebut disalurkan kepada warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah Lebak.
“Hasil riset saya dan teman-teman, PIP ini sangat bermanfaat bagi warga. Di saat mereka susah sekali mengakses dan karena keterbatasan kuota, saya bantu mempermudah prosesnya dan menambah lebih banyak kuota penerima,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam proses pencairan PIP, pihak sekolah harus membuat surat keterangan dan dibawa ke bank.
Dana PIP tidak akan dicairkan atau dibuatkan buku tabungan oleh bank jika yang datang bukan orang tua siswa.
“Mekanismenya sangat detail. Semua dikerjakan oleh pihak sekolah, orang tua siswa, dan bank. Saya tidak ikut cawe-cawe dalam proses pencairan. Saya jamin, tidak ada cashback untuk saya maupun tim,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono












