PANDEGLANG,Warga Berita–Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang sedang menghadapi tantangan masuknya satwa liar ke wilayah permukiman warga seiring dengan meningkatnya musim peralihan pancaroba.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana mengungkapkan, bahwa selama periode peralihan pancaroba, kehadiran satwa liar seperti buaya di sekitar sungai sering terjadi.
Hal ini merupakan peringatan penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh keberadaan satwa liar tersebut.
“Kepala desa juga kami ingatkan untuk lebih berhati-hati, karena hewan seperti buaya tetap merupakan ancaman yang harus kita waspadai,” ungkapnya, Senin 8 Januari 2024.
Dikatakannya, pada awal tahun 2024, BPBD-PK Pandeglang telah berupaya menangani penangkapan satwa liar, terutama ular, yang masuk ke permukiman warga.
“Ya kalau sekarang yang dilakukan penanganan oleh kami kalau sekarang ini kurang lebih ada lima penanganan ular pada situasi pancaroba sekarang ini,” ucapnya.
Ia melanjutkan, untuk selama tahun 2023, BPBD-PK Pandeglang telah menangani lebih dari 10 kasus satwa liar.
“Dari awal Januari hingga akhir tahun kemarin, kami telah menangani lebih dari 10 penanganan ular,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD-PK Pandeglang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kehadiran satwa liar selama peralihan musim pancaroba.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Pandeglang agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca ini. Kita perlu tetap berhati-hati dan waspada, terutama di sekitar bantaran sungai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi
PANDEGLANG,Warga Berita–Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang sedang menghadapi tantangan masuknya satwa liar ke wilayah permukiman warga seiring dengan meningkatnya musim peralihan pancaroba.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana mengungkapkan, bahwa selama periode peralihan pancaroba, kehadiran satwa liar seperti buaya di sekitar sungai sering terjadi.
Hal ini merupakan peringatan penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh keberadaan satwa liar tersebut.
“Kepala desa juga kami ingatkan untuk lebih berhati-hati, karena hewan seperti buaya tetap merupakan ancaman yang harus kita waspadai,” ungkapnya, Senin 8 Januari 2024.
Dikatakannya, pada awal tahun 2024, BPBD-PK Pandeglang telah berupaya menangani penangkapan satwa liar, terutama ular, yang masuk ke permukiman warga.
“Ya kalau sekarang yang dilakukan penanganan oleh kami kalau sekarang ini kurang lebih ada lima penanganan ular pada situasi pancaroba sekarang ini,” ucapnya.
Ia melanjutkan, untuk selama tahun 2023, BPBD-PK Pandeglang telah menangani lebih dari 10 kasus satwa liar.
“Dari awal Januari hingga akhir tahun kemarin, kami telah menangani lebih dari 10 penanganan ular,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD-PK Pandeglang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kehadiran satwa liar selama peralihan musim pancaroba.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Pandeglang agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca ini. Kita perlu tetap berhati-hati dan waspada, terutama di sekitar bantaran sungai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












