Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, pada hari Sabtu, menghasilkan keputusan penting bagi masa depan partai. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, terpilih kembali sebagai Ketua Umum PKB untuk periode 2024-2029. Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin ditunjuk sebagai Ketua Dewan Syura partai.
Pemilihan Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB dilakukan melalui proses yang demokratis. Sebanyak 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) secara aklamasi meminta Cak Imin untuk kembali memimpin partai. Keputusan ini kemudian dikukuhkan dalam Sidang Pleno Ke-4 Muktamar PKB.
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, yang memimpin sidang, mengatakan, “Setelah mendengar pernyataan kesediaan dari Muhaimin Iskandar, saya meminta pendapat forum untuk memberikan mandat kepada Abdul Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa masa bakti 2024-2029 sekaligus mandatoris tunggal Muktamar PKB 2024.”
Sebelum menerima mandat, Cak Imin sempat menyampaikan bahwa ia telah mempertimbangkan regenerasi kepemimpinan. Namun, setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC), ia memutuskan untuk melanjutkan kepemimpinannya atas permintaan kader partai.
Dalam perkembangan lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin terpilih sebagai Ketua Dewan Syura PKB untuk periode yang sama. Keputusan ini diambil berdasarkan usulan dan persetujuan para kiai dalam sebuah rapat yang ditayangkan videonya oleh Cak Imin selama muktamar.
“Saya menanyakan kepada muktamirin, apakah usulan ini bisa disetujui?” tanya Cak Imin, yang dijawab dengan persetujuan bulat oleh peserta muktamar.
Terpilihnya kembali Cak Imin sebagai Ketua Umum dan Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syura menandai babak baru dalam perjalanan PKB. Kombinasi kepemimpinan ini diharapkan dapat memperkuat posisi partai dalam kancah politik nasional, dengan memadukan pengalaman dan visi baru untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
Muktamar VI PKB ini juga menunjukkan soliditas internal partai, dengan dukungan kuat dari berbagai elemen, mulai dari tingkat cabang hingga wilayah. Hal ini menjadi modal penting bagi PKB dalam menghadapi dinamika politik nasional dan persiapan menuju Pemilu 2024.












