Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi positif terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan dengan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah menambah Luas Tambah Tanam (LTT) hingga mencapai 2,3 juta hektare pada tahun 2025.
Upaya Peningkatan Sektor Pertanian
Beberapa strategi yang dilakukan Pemprov Jateng meliputi:
- Perbaikan sistem irigasi
- Memberikan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dan mikro tanpa agunan
- Menyederhanakan penyediaan dan distribusi pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP
“Selama ini Jateng jadi salah satu lumbung pangan nasional. Langkah-langkah Pemprov Jateng untuk meningkatkan hasil pertanian guna terwujudnya swasembada pangan seperti yang dicanangkan Pemerintah Pusat, patut kita apresiasi,” ujar Mohammad Saleh.
Meskipun mendukung program swasembada pangan, Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng ini menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani.
Dia mengungkapkan kondisi kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian masih jauh dari ideal. Sebagai contoh, di Kabupaten Wonosobo yang memiliki 22,24 persen tenaga kerja di sektor pertanian, justru memiliki angka penduduk miskin sebesar 15,58 persen.
“Jadi swasembada pangan ini juga harus diikuti dengan langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Itu juga sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.
Mohammad Saleh mengusulkan beberapa langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani:
- Mengoptimalkan penyerapan gabah
- Menentukan kebijakan harga yang lebih adil
- Melindungi petani dari kerugian
“Salah satu langkah itu adalah dengan mengoptimalkan penyerapan gabah serta menentukan kebijakan harga yang lebih adil agar petani tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan,” tambahnya.











