Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap upaya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Tengah dalam mengembangkan program Pertanian Organik Sarwotulus. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan berbasis masyarakat Nahdliyin.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif LPPNU ini. Program pertanian organik bukan hanya solusi untuk masalah ketergantungan pupuk kimia, tapi juga jalan menuju masa depan pertanian yang sehat dan mandiri,” ujar Mohammad Saleh dalam keterangan.
Mengenal Pertanian Organik Sarwotulus
Program Sarwotulus dijalankan oleh LPPNU melalui wadah Kadang Tani Sarwotulus. Fokus utama program ini adalah mengembangkan sistem pertanian yang:
- Ramah lingkungan
- Berbasis bahan alami
- Berdaya secara ekonomi
Tiga prinsip utama yang dipegang teguh dalam program ini, yaitu:
Bahan alami
Menghindari pupuk dan pestisida kimia, serta mendorong petani memproduksi pupuk organik sendiri.
Kesuburan dan keberlanjutan
Menjaga kualitas tanah dan kelestarian lingkungan pertanian melalui praktik berkelanjutan.
Kemandirian petani
Petani dibina agar tidak tergantung pada produk pertanian dari luar, sehingga mereka lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Ragam Kegiatan dan Hasil
Beberapa capaian penting dari Pertanian Organik Sarwotulus antara lain:
– Pelatihan Kader Penggerak Pertanian Organik NU (PKPPNU)
Pelatihan intensif yang mencetak kader-kader muda NU untuk menjadi motor penggerak pertanian organik di komunitas mereka.
– Produk Organik Bersertifikat
Kadang Tani Sarwotulus telah berhasil memproduksi dan mengantongi sertifikasi untuk produk-produk unggulan, seperti:
Beras Sehat Blora
Beras Rojolele Klaten
Pupuk Cair Al-Mabruk
– Panen Raya Padi Organik
Beberapa wilayah seperti Klaten dan Kabupaten Semarang telah sukses menyelenggarakan panen raya padi organik dengan hasil yang menggembirakan dan kualitas tanah yang meningkat.
Mohammad Saleh menambahkan bahwa langkah LPPNU ini bisa menjadi model gerakan pangan nasional. “Kita perlu lebih banyak inisiatif seperti ini di daerah lain. Saya siap membantu secara kelembagaan agar program-program seperti Sarwotulus bisa dikembangkan lebih luas,” katanya.
Ia juga menyatakan pentingnya sinergi antara ormas, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang bukan hanya produktif, tapi juga sehat.












