PANDEGLANG,Warga Berita–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pandeglang masih belum optimal.
Achmad Widijanto mengatakan, meskipun terdapat peningkatan secara umum pada tahun 2023, namun masih belum mencapai tingkat optimal. Hal ini terlihat dari penurunan sedikit angka pengangguran dan penurunan angka kemiskinan.
“Peningkatan juga terlihat dalam IPM, namun perlu perhatian lebih lanjut untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan secara signifikan,” ungkapnya, Minggu 18 Februari 2024.
Achmad Widijanto melanjutkan, pada tahun 2022, tingkat pengangguran mencapai sekitar 9,24 persen, kemudian turun menjadi 9,25 persen pada tahun 2023. Sementara itu, tingkat kemiskinan rata-rata di Banten mengalami penurunan sebesar 6,17 persen pada tahun 2023, menurun sebanyak 0,07 persen poin dibandingkan dengan September 2022.
“Tentu saja, hal itu sudah menjadi bagian dari rencana strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam RPJMD mereka. Semua pihak memiliki target untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan tahun depan. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk mencapai target tersebut harus diperjuangkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pandeglang mencapai 70,28 persen, mengalami kenaikan sedangkan dengan rata-rata IPM Banten yang mencapai 75,77 persen.
“Kami sebagai pihak pemotret apa yang dikerjakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dari data angka ini kami hanya dapat bisa memberikan masukan dan menyimpulkan bahwa salah satu kelemahan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terkait pendidikan. Rata-rata tingkat pendidikan di daerah kami masih rendah, terutama di daerah selatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi
PANDEGLANG,Warga Berita–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pandeglang masih belum optimal.
Achmad Widijanto mengatakan, meskipun terdapat peningkatan secara umum pada tahun 2023, namun masih belum mencapai tingkat optimal. Hal ini terlihat dari penurunan sedikit angka pengangguran dan penurunan angka kemiskinan.
“Peningkatan juga terlihat dalam IPM, namun perlu perhatian lebih lanjut untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan secara signifikan,” ungkapnya, Minggu 18 Februari 2024.
Achmad Widijanto melanjutkan, pada tahun 2022, tingkat pengangguran mencapai sekitar 9,24 persen, kemudian turun menjadi 9,25 persen pada tahun 2023. Sementara itu, tingkat kemiskinan rata-rata di Banten mengalami penurunan sebesar 6,17 persen pada tahun 2023, menurun sebanyak 0,07 persen poin dibandingkan dengan September 2022.
“Tentu saja, hal itu sudah menjadi bagian dari rencana strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam RPJMD mereka. Semua pihak memiliki target untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan tahun depan. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk mencapai target tersebut harus diperjuangkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pandeglang mencapai 70,28 persen, mengalami kenaikan sedangkan dengan rata-rata IPM Banten yang mencapai 75,77 persen.
“Kami sebagai pihak pemotret apa yang dikerjakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dari data angka ini kami hanya dapat bisa memberikan masukan dan menyimpulkan bahwa salah satu kelemahan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terkait pendidikan. Rata-rata tingkat pendidikan di daerah kami masih rendah, terutama di daerah selatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











