Menparekraf Sandiaga Uno, mendorong Kota Semarang untuk menjadi kota kreatif dengan subsektor unggulan mode melalui jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Dorongan ini disampaikan Sandiaga dalam acara Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/9).
Sandiaga menjelaskan bahwa Kota Semarang memiliki potensi besar untuk bergabung dengan jaringan kota kreatif dunia, apalagi setelah memilih mode sebagai subsektor unggulan dalam ekonomi kreatif. “Untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, Semarang telah memilih mode sebagai subsektor unggulannya, dan ini adalah langkah strategis,” ujar Sandiaga.
Potensi Kota Semarang Sebagai Kota Kreatif
Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki dua kota yang berlabel kreatif. Sandiaga berharap Semarang bisa menjadi kota kreatif ketiga yang diajukan untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Ia meyakini, dengan dukungan kuat dari pelaku ekonomi kreatif dan pengembangan inovasi, Semarang memiliki peluang besar untuk mencapai target tersebut.
Sandiaga mencontohkan beberapa kota di Eropa dan Amerika yang telah menjadi pusat daya tarik wisatawan berkat perkembangan industri kreatif. Kota-kota yang terhubung dengan UNESCO Creative Cities Network mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Kota Semarang bisa mencontoh model ini, terutama karena Semarang sudah memilih mode sebagai subsektor utamanya,” tambah Sandiaga.
Mode Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
Menparekraf menekankan bahwa subsektor fashion atau mode memiliki peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kreatif. Selain mampu mendukung sektor lainnya seperti kuliner, kriya, dan seni, mode memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dengan tren modern yang menarik minat pasar internasional.
Sandiaga menyebut contoh Kampung Batik Semarang sebagai salah satu sumber inspirasi produk kreatif. Di sana, batik bukan hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk fashion modern yang diminati pasar lokal maupun global. “Semarang bisa mengambil langkah lebih maju dengan mengangkat mode, terinspirasi dari kekayaan budaya yang dimiliki,” ujar Sandiaga.
Peran Penting Ekosistem Kreatif
Untuk mewujudkan Semarang sebagai kota kreatif dunia, Sandiaga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pelaku industri kreatif. Menurutnya, dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembangkan ekosistem kreatif yang solid dan inovatif.
Kota Semarang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif pada tahun 2021 dengan subsektor unggulan fashion, namun hingga kini belum mengajukan seleksi untuk bergabung dengan UNESCO Creative Cities Network. Dengan potensi besar yang dimiliki, Sandiaga optimis bahwa Semarang dapat melangkah lebih jauh dan menjadi kota kreatif yang diakui dunia.












