Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-55 UIN Walisongo Semarang, Rabu (10/4). Kegiatan ini menjadi momen spesial baginya untuk bernostalgia di almamater yang pernah menempanya sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah angkatan 1986.
Dalam pidatonya, Mu’ti berbagi kisah inspiratif tentang perjalanannya dari seorang reporter majalah kampus Amanat hingga menjadi menteri. “Saya kembali ke UIN Walisongo setelah 39 tahun. Dulu saya reporter Amanat, sekarang saya diliput oleh Amanat. Ini adalah perjalanan takdir yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa fondasi karirnya dimulai dari kampus ini, “Dari mahasiswa, menjadi dosen, hingga kini mendapat amanah sebagai menteri. Semua berawal dari sini.”
Dalam sidang yang mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi: Mewujudkan Indonesia Gemilang”, Mu’ti menyampaikan pidato berjudul “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan citizenship di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Teknologi boleh canggih, tetapi harus berada di tangan yang berkarakter. Pendidikan mendalam (deep learning) harus mengarah pada penguatan akhlak, soft skill, dan rasa kebersamaan,” tegasnya.
Mu’ti juga menyoroti peran sentral guru dalam menciptakan pendidikan yang bermutu. “Guru menjadi kunci. Jika gurunya berkualitas, maka pendidikan kita pun bermutu,” katanya.
Ia mendorong agar fokus pengembangan guru beralih dari administrasi ke peningkatan kompetensi, seiring dengan adanya tunjangan sertifikasi. “Kini dengan adanya tunjangan sertifikasi, sudah saatnya kita fokus pada pengembangan kompetensi, bukan pada laporan administratif,” ujarnya.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Nizar menyampaikan bahwa peringatan dies natalis kali ini menjadi semakin istimewa dengan diterimanya Surat Keputusan pendirian Fakultas Kedokteran.
“Per kemarin, SK resmi telah kami terima. Ini adalah hadiah terindah bagi UIN Walisongo di usia ke-55,” katanya.
Selain itu, kampus ini juga membuka Program Studi Bisnis Digital sebagai respons terhadap kebutuhan zaman. Beberapa prestasi lain yang dicatat UIN Walisongo antara lain:
- Akreditasi Institusi “Unggul”
- Peringkat nasional dalam Humas Award
- Empat tahun berturut-turut meraih predikat “informatif” dalam keterbukaan informasi publik
Saat ini, UIN Walisongo memiliki 47 guru besar, 599 dosen, 384 tenaga kependidikan, dan 20.218 mahasiswa aktif.












