TANGERANG,Warga Berita–Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan Kota Tangerang Andri S Permana menyatakan siap maju dalam pemilihan Walikota Tangerang.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang ini pun menunjukkan keseriusannya maju dalam Pilkada Kota Tangerang dengan mendatangi kantor DPC PDIP Kota Tangerang, Selasa 7 Mei 2024 malam untuk mengembalikan berkas penjaringan bakal calon Walikota Tangerang.
Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, dalam penjaringan bakal calon walikota Tangerang kali ini terdapat 16 nama yang sudah mengambil formulir.
Namun, hanya 13 orang sudah mengembalikan formulir dan tiga di antaranya tidak mengembalikan formulir pendaftaran.
“13 nama tersebut memiliki latar belakang dari kalangan politisi, tokoh masyarakat, unsur media, birokrat, pensiunan, dan kader internal partai. Lusa kita akan melakukan pendalaman dengan sesi wawancara,” ucapnya, Rabu 8 Mei 2024.
Gatot mengatakan, dari 13 nama bakal calon Walikota Tangerang tujuh di antaranya berasal dari internal partai dan dua di antaranya merupakan kader perempuan. Hal itu dilakukan sesuai aturan yang mengharuskan ada keterwakilan perempuan sebesar 30 persen
“Dengan adanya kader yang maju kita sudah memenuhi kerwakilan 30 persen perempuan dalam perpolitikan di Kota Tangerang,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang ini
Ketua Fraksi PDIP Kota Tangerang Andri S Permana mengatakan, pengembalian formulir bakal calon Walikota Tangerang hal tersebut merupakan wujud dari soliditas partai dalam menghadapi Pilkada di Kota Tangerang
“Ini merupakan soliditas partai PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada sebagai satu tarikan nafas yang tak dapat terpisahkan dari Pileg dan Pilpres,” ujarnya.
Andri mengatakan, PDIP siap menghadapi kintestasi Pilkada pada November 2024 mendatang.
“Ini merupakan momenrum di Kota Tangerang. PDI Perjuangan masih ada dan PDI Perjuangan masih menjadi partai yang solid,” tambahnya.
Andri mengatakan, alasannya maju dalam Pilkada Kota Tangerang adalah untuk menolak paradikma masyarakat yang menilai jika Pilkada hanya untuk segelintir orang.
“Pilkada Kota Tangerang kali ini terkesan milik birokrat dan keluarga kepala daerah saja.
Kader partai juga memiliki kemampuan berkontestasi dalam Pileg kemarin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agung S Pambudi












